Mandiri Back-up Century

Tayang:

JAKARTA, SRIPO--Bank Mandiri back-up Bank Century dengan memberikan technical assistance (bantuan teknis). Bantuan itu diberikan usai Bank Century diambil alih oleh pemerintah melalui lembaga penjamin simpanan (LPS).
“Kami akan mengirimkan tim terdiri dari tiga orang di sana (Bank Century, Red) untuk mengatasi masalah teknikal itu sendiri,” kata Direktur Risk Manajemen Bank Mandiri Sentot A Sentausa di Padalarang, Jawa Barat, Jumat (21/11).
Dikatakan, bantuan tersebut hanya bantuan teknis dan pihaknya tidak meberikan jaminan ataupun garansi apapun. “Tidak ada jaminan atau garansi dalam bentuk apapun, jadi itu hanya bersifat teknikal,” katanya. Ia menambahkan, pihaknya belum mengetahui lamanya bantuan teknis tersebut akan dilaksanakan oleh Bank Mandiri. “Waktunya belum tahu sampai kapan,” katanya.
Ia menegaskan, pemberian bantuan tersebut semata-mata merupakan dedikasi Bank Mandiri untuk membantu penanganan Bank Century dan tidak ada maksud untuk melakukan akuisisi. “Mandiri sendiri tidak ada niat mengambil CIC ini hanya dedikasi memberikan putra terbaik kita untuk segera beri teknikal kepada CIC,” katanya.
Pemberian bantuan tersebut, menurut dia, dilakukan supaya menjaga kepercayaan masyarakat ke perbankan.  Menurut dia, masalah Bank Century perlu untuk dilokalisir sehingga tidak merembet ke perbankan lainnya. “Sebab perbankan kita saat ini masih memiliki daya tahan yang kuat, jangan sampai kemudian isu Century seolah-olah digeneralisir pada semua bank,” katanya.
Masalahnya Kasuistis
Pemerintah LPS akhirnya mengambil alih PT Bank Century Tbk, setelah sekitar sepekan lamanya bank tersebut berkutat dengan masalah likuiditas (keuangan). Kemarin, Bank Century terpaksa menghentikan operasionalnya sehari penuh. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menghentikan untuk sementara perdagangan saham (suspensi) bank berkode BCIC ini sejak kemarin sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Pengambialihan Bank Century oleh LPS diumumkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono dan Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani di Jakarta, Jumat (21/11). “Pengambilalihan untuk lebih meningkatkan keamanan dan kualitas pelayanan bagi para nasabah,” kata Boediono.
BI mengakui sejak beberapa waktu lalu mencermati  masalah likuiditas Bank Century tetapi dibiarkan dulu sebab masih bisa diatasi sendiri. Namun karena krisis keuangan global yang terus berlangsung, lanjut Boediono, ternyata ikut memberikan tekanan yang semakin berat kepada bank. “Tekanan likuiditas semakin berat seiring dengan menurunnya persepsi positif nasabah terhadap bank dimaksud,” katanya.
Namun Boediono menjamin masalah Bank Century akan menjalar ke beberapa bank lainnya. “Saya pikir ini masalahnya kasuistis. Kondisi perbankan Indonesia dalam kondisi yang stabil dengan kinerja yang tetap terjaga. Namun demikian, pada dasarnya Bank Indonesia terus melakukan pengawasan kepada semua bank dengan meningkatkan kewaspadaan,” katanya.
Setelah diambilalih, BI juga merombak manajemen Bank Century. Grup Head Jakarta Network Bank Mandiri, Mariono, ditunjuk sebagai Direktur Utama Bank Century yang baru. Keberadaan Mariono di Bank Century merupakan perwakilan pemerintah.
Selama proses transisi manajemen tersebut, Bank Century memutuskan untuk menghentikan operasionalnya sehari penuh kemarin dan akan beroperasi penuh untuk melayani kliring dan RTGS mulai Senin 24 November 2008. Sementara rencana akuisisi, Bank Century oleh Sinar Mas masih menunggu konfirmasi dari manajemen baru Bank Century di bawah kendali PT Bank Mandiri Tbk, tim manajemen yang ditunjuk pemerintah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved