Bank Dijamin Aman
TOKYO, SRIPO — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tengah perjalanannya menuju Washington AS, saat transit di Bandara Narita Tokyo mendapatkan laporan dari Gubernur Bank Indonesia Boediono mengenai kondisi perbankan nasional yang tetap aman.
Mensesneg Hatta Rajasa menjelaskan dialog itu dilakukan dengan Boediono yang berada di Jakarta, untuk mengetahui perkembangan kondisi perbankan nasional secara umum setelah kejadian kalah kliring di Bank Century. “Presiden menerima informasi dari Gubernur Bank Indonesia mengenai situasi perbankan yang berada dalam keadaan yang baik,” kata Hatta kepada wartawan Jumat (14/11).
Hatta menjelaskan, Presiden dimanapun berada akan tetap selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Wapres, para menteri serta pejabat di Jakarta. “Presiden dimanapun berada tetap bekerja dan akan memberikan arahan dan mendapat laporan untuk mengambilkebijakan-kebijakan yang diperlukan,” katanya.
Seperti diberitakan harian ini kemarin, Bank Indonesia meminta masyarakat tetap bijak menyikapi kasus PT Bank Century Tbk, karena masalah Bank Century hanya tidak ikut kliring Kamis (13/11) lalu dan tidak mengganggu kelancaran sistem pembayaran dan sistem perbankan secara keseluruhan.
Jangan Percaya Rumor
Mulai beredarnya rumor perbankan bakal terjadi rush (pengambilan simpanan besar-besaran oleh nasabah secara bersamaan, Red) membuat Bank Indonesia kebakaran jenggot. Bank sentral ini pun sibuk menenangkan masyarakat agar tidak mempercayai desas desus tersebut.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono meminta agar masyarakat mengabaikan isu tersebut. Nasabah bank dan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan perbankan di tanah air diimbau agar tidak terpengaruh dengan rumor yang menyatakan perbankan kesulitan likuiditas dan penarikan dana nasabah besar-besaran atau rush. “Kami tegaskan desas desus bank kesulitan likuiditas tidak benar dan tidak memiliki landasan. Untuk itu kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat tidak terpengaruh dengan rumor tersebut,” kata Gubernur BI Boediono di Jakarta, Jumat.
Akibat rumor tersebut, sangat mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional. Padahal perbankan nasional berada dalam kondisi yang stabil dan mantap.
Untuk itu, tambah Boediono, semua pihak harus terlebih dahulu melakukan pengecekan akan kebenaran berita tersebut, sebelum melakukan tindakan yang justru merugikan kita sendiri, merugikan perbankan dan juga negara.
Dikatakan, pembenahan dan restrukturisasi perbankan nasional dalam 10 tahun terakhir ini telah membuat perbankan kita menjadi salah satu yang paling solid di kawasan Asia. “Semua negara di dunia ini memperkuat dirinya untuk menghadapi dampak dari gejolak keuangan global. Ketenangan dan ketegaran sikap kita semua diperlukan apabila kita sebagai bangsa ingin keluar sebagai pemenang dalam gonjang-ganjing global ini,” jelas Boediono. Mengenai masalah gagal kliring Bank Century, Boediono kembali menegaskan bahwa hal itu disebabkan oleh faktor teknis berupa keterlambatan penyetoran prefund.
“Hari ini bank yang bersangkutan sudah dapat kembali mengikuti kliring secara normal dan suspensi perdagangan saham bank tersebut juga sudah dicabut. Hari ini seluruh kantor dan cabang Bank Century di semua daerah buka dan beroperasi seperti biasa untuk melayani masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi mengingatkan agar perbankan nasional tidak terlambat menyetorkan prefund atau dana yang harus disetorkan oleh bank ke BI sebelum proses kliring berlangsung setiap harinya, seperti kesalahan yang dilakukan oleh Bank Century.
Budi juga mengatakan BI telah menegur pihak Bank Century agar tidak kembali melakukan kesalahan seperti ini. Bank Century sebelumnya telah mengakui bahwa kegagalan kliringnya semata-mata disebabkan karena masalah teknis.