Kanal

Stok Buku Nikah di Palembang Aman. Kemenag Sumsel : Jangan Percaya Isu Tidak Benar

Pasangan yang sedang berbahagia Evan Hendra SHI dan Risna Martaliyana S Hum SPdI menunjukkan buku nikah. - Dok. SRIPOKU.COM/LENI JUWITA

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan menyatakan bahwa stok buku nikah aman sampai akhir tahun.

Kebutuhan buku nikah ini setiap tahunnya mencapai 12 ribu.

Dengan begitu warga tak perlu khawatir yang ingin menikah. Sebab, stok buku nikah di Palembang cukup aman dibanding daerah lainnya di Indonesia.

Baca: Yuk Lihat Stasiun Luar Angkasa Internasional Yang Akan Melintas di Indonesia, ini Waktu dan Caranya

Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefudin Latief mengatakan di Palembang tidak ada kekosongan buku nikah, bahkan stoknya cukup banyak.

Bisa untuk memenuhi kebebutuhan setahun ke depan, mengingat memang cukup banyak perbulan yang menikah.

"Sebenarnya tidak semua bulan ramai pernikahan, kan ada bulan-bulannya yang ramai menikah," Jelasnya saat diwawancarai, Rabu (12/9/2018).

Baca: Kisah Tubagus Faisal Yusuf, Berawal dari Anak Mal Sejati Kini Sukses Nakhodai PS Mall Palembang

Lanjutnya lagi, ia mengatakan warga tak perlu khawatir, apalagi dengan masalah isu-isu yang yang tidak benar.

Belum ada dampak dari masalah itu terhadap ketersediaan buku nikah, dengan kata lain, instansinya siap melayani permohonan pernikahan warga.

"Selama permohonannya sesuai prosedur, maka pernikahan warga yang telah di atur oleh undang-undang ini siap dilayani," ujarnya.

Baca: Cepat atau Lambat, Diego Simeone Instruksikan Kembali ke Inter Milan

Sementara itu, Evi warga Plaju yang mengungkapkan jangan sampai di Palembang buku nikah kurang ataupun kehabisan stok, sempat was-was dengan pemberitaan yang viral itu.

"Melihat pemberitaan stok buku nikah hanya sampai Oktober 2018 itu ternyata bukan di Palembang," Jelasnya.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer