Kanal

Ditres Narkoba Polda Sumsel Bikin Miskin Bandar Narkoba, Sita Rumah Hasil Bisnis Narkoba

Rizki (26), bandar narkoba, diinterogasi Dir Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman ketika usai melakukan sita rumah miliknya di Jalan Tanjung Rawo RT 56 RW 16 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan IB I Palembang, Rabu (12/9/2018). - SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA

Tersangka Rizki merupakan tersangka yang diamankan Ditresnarkoba Polda Sumsel di Lapas Merah Mata bersama satu orang kurir yang juga pegawai lapas bernama Adiman (36) beberapa waktu lalu.

Meskipun di dalam penjara, tersangka Rizki menyuruh seseorang untuk menghuni rumah yang dibelinya dari hasil bisnis narkoba. Namun seseorang yang menjaga rumah, tidak berada di lokasi.

Warga sekitar sama sekali tidak mengetahui, bahwa rumah yang disita petugas merupakan milik bandar narkoba.

Baca: Citimall Baturaja Gandeng Pengusaha Lokal Bisnis Kuliner di Mal

Suwarni, istri Ketua RT 56 Suwarni yang menjadi saksi penyitaan mengatakan, selama ini pemilik rumah sama sekali tidak melapor.

Memang ada orang yang menjaganya, tetapi hanya disuruh pemilik rumah.

"Kata orang yang jaga itu pemiliknya ada di Jakarta dan tidak tahu kalau milik bandar narkoba. Sekitar dua tahun lalu rumah ini dijaga dan direnovasi," ujar Suwarni.

Baca: Soal Macet di Jembatan Ampera. Pengamat Transportasi : Minimal 300 Personil Dishub Bantu Polantas

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman didampingi Wadir AKBP Amazona mengatakan, penyitaan ini dilakukan setelah keluar surat keputusan Pengadilan Negeri Palembang dari hasil penyidikan yang dilakukan.

"Kami melakukan penyitaan untuk membuat para bandar miskin. Karena, rumah ini diduga hasil dari penjualan narkoba yang dilakukan tersangka Rizki selama empat tahun," ujarnya.

Baca: Stok Buku Nikah di Palembang Aman. Kemenag Sumsel : Jangan Percaya Isu Tidak Benar

Selain ungkap kasus narkoba, Farman mengatakan, tersangka Rizki juga dikenakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Karena dari hasil penyidikan, ternyata penjualan narkoba yang dilakukan dibelikan aset berupa rumah dan juga isinya.

Maka perlu dilakukan TPPU terhadap bandar narkoba yang mengalihkan hasil penjualan narkoba ke aset-aset agar tidak terlacak.

"Ini sebagai efek bagi bandar agar mereka miskin. Karena selama ini mereka meresahkan masyarakat. Sekarang kami yang akan meresahkan para bandar," ujarnya.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer