Kanal

Diberhentikan Tanpa Alasan & Uang Pesangon, 150 Karyawan PT SMS Ngadu ke Kantor Disnaker Lahat

Ratusan Ibu-ibu bersama SBPKS saat mengadu ke Disnasker Lahat. - SRIPOKU.COM/EHDI AMIN

Laporan wartawan Sripoku.com Ehdi Amin

SRIPOKU. COM, LAHAT -- Sekitar 150 orang yang merupakan karyawan PT Sawit Mas Sejahtera (SMS), Rabu (12/9) mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnasker) Kabupaten Lahat.

Ratusan karyawan yang merupakan ibu-ibu ini mengadukan perusahaan tempat mereka bekerja lantaran diduga sudah melanggar undang undang tenaga kerja.

Baca: Digantikan Akibat Cedera, Kondisi Zulfiandi Dipastikan Tidak Terlalu Parah

Ketua Umum Serikat Buruh Perkebunan Kelapa Sawit (SBPKS) Lahat, Fauzi Anwar yang mendampingi mengatakan ratusan pekerja tersebut mengadu lantaran pihak perusahaan terhitung sejak tahun 2012 lalu mengeluarkan para pekerja perawatan kebun tanpa kejelasan, tanpa menerima uang pesangon dan mirisnya pihak perusahaan telah merekrut karyawan baru.

Baca: Citimall Baturaja Gandeng Pengusaha Lokal Bisnis Kuliner di Mal

“Para pekerja ini dikeluarkan tanpa ada kejelasan. Sebenarnya kita telah melakukan perundingan dengan pihak manajemen perusahaan. Janjinya akan menemui kita, tetapi sudah satu minggu lebih tidak ada klarifikasi, tidak ada niat baik. Makanya kami kesini ingin mengadukan bagaimana nasib para ibu ibu ini kedepan,” ujarnya, saat mendampingi ratusan pekerja yang mengadu di Disnaker Lahat.

Baca: Yuk Lihat Stasiun Luar Angkasa Internasional Yang Akan Melintas di Indonesia, ini Waktu dan Caranya

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disnaker Kabupaten Lahat, Ir H Ismail Hanafi melalui Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Aris Toteles SH MH menyampaikann, telah menerima aduan dari para karyawan perusahaan tersebut.

Namun, pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan lantaran baru satu pihak.

Baca: Kisah Tubagus Faisal Yusuf, Berawal dari Anak Mal Sejati Kini Sukses Nakhodai PS Mall Palembang

Ditegaskanya, ada prosedur yang akan dilalui salah satunya memanggil pihak perusahaan untuk meminta penjelasan melalui sidang mediasi.

“Perusahaan akan kita panggil setelah serikat buruh membuat surat pengaduan secara tertulis dengan melampirkan risalah bahwa telah melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan,"jelasnya.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post

Petinju 13 Tahun yang Bertanding demi Ekonomi Keluarga Meninggal Seusai Pertandingan, Videonya Viral

Berita Populer