Kanal

Pengusaha Biro Perjalanan Umroh Kelimpungan. Mereka Terpaksa Lakukan Cara Ini

Beberapa tempat usaha Tour and Travel Umroh mengatakan mencari cara agar usahanya terus berjalan meski Dollar naik, Selasa (11/9). - SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL

Laporan wartawan sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar AS (USD) beberapa pekan terakhir membuat sebagian pengusaha tour and travel umroh kelimpungan.

Hal ini dirasakan oleh PT Java Tour and Travel di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo.

Menurut pimpinan cabang Java Tour and Travel, Saiful Anwar, dampak yang ada justru membuat pihaknya mencari cara untuk mensiasati pelemahan rupiah tersebut. Salah satunya dengan, menaikkan ongkos perjalanan.

"Kami mau tidak mau harus menaikkan tarif umroh Rp 500.000 untuk setiap paket, sebab nilai perjanjian antara kami dan maskapai Garuda menggunakan kurs dolar AS di angka Rp 13.500, sedangkan dolar sekarang masih bergerak pada kisaran Rp 14.800," ujarnya, Selasa (11/9).

Baca: Diduga Sakit, Sopir Pribadi di Palembang Ini Ditemukan Tak Bernyawa

Tiga paket umroh yang pihaknya naikkan yakni paket hemat dari Rp 21,5 juta menjadi Rp 22 juta, paket reguler dari Rp 22,5 juta menjadi Rp 23 juta dan paket hebat dari Rp 23,5 juta menjadi Rp 24 juta, kenaikan tersebut berlaku untuk keberangkatan November - Desember.

Menurutnya ongkos pesawat terbang memang berpengaruh 50 persen dengan tarif umroh yang menggunakan mata uang dollar AS, namun pihak maskapai memberikan alternatif pemangkasan waktu terbang dari semula rute Palembang - Jeddah diubah menjadi Palembang - Madinah, dan waktu umroh berkurang semula 10 hari menjadi 9 hari.

"Beruntungnya jamaah bisa memahami kondisi ini, jadi walaupun kami naikkan, jamaah tidak ada yang keberatan sebab pemicunya adalah faktor eksternal, tetapi harapan kami kondisi ini tidak lama karena dengan penurunan rupiah beberapa hari saja memaksa peningkatan tarif," ujar Saiful Anwar.

Baca: Kapten Yuu Hyunkoo Belajar Menjaga Emosi di Sriwijaya FC

Sementara di biro perjalanan umrah lainnya yakni, haji Zafa Tour di Jalan Angkatan 45 Palembang juga terpaksa menanggung pengurangan profit karena tidak berani menaikkan ongkos umroh pada saat kurs dolar tinggi.

"Harga yang kami pasang di brosur-brosur dengan asumsi nilai dollar Rp 14.500, tapi ternyata sudah tembus Rp15.000, artinya dari harga tadi dampaknya margin kita berkurang 500, jadi ya dengan kondisi ini kami wait and see saja, sebab tarif tidak kami naikkan," ujar Taufik, Kepala Cabang Zafa Tour Umrah dan Haji.

Meskipun pengaruh untuk jumlah calon jamaah belum terlalu terasa, keduanya tetap berharap kurs rupiah akan terus membaik seiring usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk menekan laju kenaikan dollar AS, dan jika kondisi rupiah berangsur normal, maka ongkospun diturunkan kembali. (mg2)

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer