Kanal

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar. Pedagang : Belum Ada Pengaruh, Harga Ayam Turun

Pedagang yang sedang menjajakan dagangan miliknya, Selasa (11/9) - SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Nampaknya melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar belum terpengaruh dengan harga sembako di beberapa pasar tradional Palembang.

Pasalnya ada beberapa harga sembako yang justru mengalami penurunan, seperti daging ayam, telur, bawang merah dan cabai.

Berdasarkan pengakuan pedagang di Pasar Lemabang, Maria belum ada kenaikkan harga yang signifikan karena dolar tinggi.

Baca: Kehadiran Buffon di PSG Diyakini Bisa Buat Alphonse Areola Lebih Berkembang Sebagai Kiper Utama

"Mungkin karena barang-barang kebutuhan pokok seperti ayam dan telur ini bukan produk impor. Biasanya naik turunnya harga ini tergantung dari pasokan. Mungkin pengaruh kenaikkan dolar akan berdampak pada beberapa bulan ke depan," ujarnya.

Begitu juga dengan harga bawang merah dan cabai keriting. 

Berdasarkan pantauan di dua pasar yakni Pasar Lemabang Palembang dan Pasar Tradisional 26 ilir, harga Ayam turun dari Rp 38 ribu menjadi Rp 32 ribu perkilo sedangkan harga telur ayam dari Rp 23 ribu menjadi Rp 20 Ribu.

Baca: Kehadiran Buffon di PSG Diyakini Bisa Buat Alphonse Areola Lebih Berkembang Sebagai Kiper Utama

Untuk harga Cabai kriting Rp 25 ribu per kilogram, bawang merah dan putih Rp 20 ribu per kilogram, cabai rawit jengki Rp 24 ribu, cabai rawit cuka Rp 35 ribu per kilogram, cabai burung Rp 40 ribu per kilogram, beras Rp 11 ribu per kilogram, gula putih Rp 11 ribu per kilogram, minyak sayur Rp 11 ribu per liter.

Diterangkannya, untuk stok sendiri berdasarkan informasi aman. Artinya, tidak akan terjadi kelangkaan. Namun, ia tidak dapat memastikan apakah kenaikan harga ini akan terus terjadi.

"Kami hanya mengikuti agen, jika agen menaikkan harga tentu kami juga menaikkan harga. Tapi, untuk stok kami dapat informasi aman," Ujarnya.

Baca: Pria Akan Sukses Menggaet Hati Wanita Jika Memiliki Keterampilan Berikut Ini

Hal senada dikatakan, salah satu pedagang di Pasar 26 ilir, Sumiati. Dikatakannya, harga komoditas tidak menentu kadang naik kadang turun dan tidak tahu kenapa naik pengebabnya.

Meskipun mengalami kenaikan. Namun, minat beli masyarakat tetap tinggi. Karena itu, ia selalu mengambil ayam dan juga telur kepada agen meski harga meningkat tajam.

Baca: Matteo Guendouzi Instruksikan Ciptakan Musim yang Hebat di Arsenal

"Tentunya kami juga harus menaikkan harganya, karena kami juga harus untung," Ujarnya.

Sementara itu, Desi seorang konsumen mengatakan, harga sembako yang tidak stabil itu mungkin faktor rupiah yang juga melemah adalah penyebabnya.

"Kalau dolar seperti ini terus bisa amsyong kita, harus dibatasi pengeluaran,"ujarnya.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post

Pimpin Selawatan di Panggung, Wanita Ini Mendadak Pingsan lalu Meninggal Dunia

Berita Populer