Kanal

Pastikan Proyek Jalan Ada Penyelewengan, DPRD OI Congkel Badan Jalan di Tanjungraja Dengan Linggis

Rombongan Komisi III DPRD Ogan Ilir saat meninjau lokasi proyek pembangunan peningkatan ruas jalan SP - Temiang. Dewan menilai proyek tersebut diduga tidak sesuai RAB. - SRIPOKU.COM/BERI SUPRIADI

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI) dari Komisi tiga bidang pembangunan secara mendadak, Senin (10/9) mendatangi tiga titik lokasi proyek pembangunan yang menghabiskan dana APBD miliaran rupiah.

Ketiga titik proyek yang ditinjau oleh Komisi III tersebut antara lain yakni proyek peningkatan ruas jalan Simpang Kilip-Tanjung Temiang Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten OI, peningkatan jalan Kertabayang - Sukananti serta Rehab saluran sekunder DIR Desa Tanjung Serian.

Baca: Minim Pembantu Serangan, Subangkit Akui Kekalahan Sriwijaya FC. Skor Akhir 1-0

Menurut Azmi A Hadi, Dari hasil pantauan di lapangan pihaknya menemukan dugaan bahwa pengerjaan proyek jalan Tanjung Temiang - SP Kilip ada ketidaksesuaian antara dana anggaran proyek senilai Rp 5.8 miliar dengan kualitas dan kuantitas pengerjaan.

Kemudian ada pemindahan lokasi proyek rehab saluran sekunder DIR yang di dalam buku APBD disebutkan di Desa Tanjung Serian Kecamatan Sungai Pinang.

Baca: Trend Hijab Expo 2018 11-16 September. 25 Booth di Picon Pamerkan Koleksi Pakaian Muslimah

"Akan tetapi dikerjakan di Desa Santapan Barat Kecamatan Kandis," tandas Azmi A Hadi, Selasa (11/9).

Seperti diketahui, setibanya rombongan Komisi III DPRD Ogan Ilir di lokasi proyek peningkatan ruas jalan Simpang Kilip-Tanjung Temiang Kecamatan Tanjung Raja, tim langsung mencongkel badan ruas jalan menggunakan linggis.

Bangunan itu diduga kuat diluar dari ketentuan yang diharapkan, kondisi jalan yang dibangun pun hanya dipoles tipis yang diyakini tidak akan bertahan lama, dan kembali rusak.

Baca: Alami Gangguan Jiwa, Warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Suka Merindu, Lahat Ini Terpaksa Dipasung

Guna memastikan dugaan proyek itu memang bermasalah, rombongan ini sengaja meminta pendampingan langsung oleh staf ahli DPRD bagian teknik yang membidangi agar tahu persis dugaan permasalahan yang terjadi di lapangan.

Ketua Komisi III Afrizal mengatakan, akan segera memanggil pihak ketiga berikut dinas terkait yakni PUPR.

Baca: Pentingnya Menjaga Hubungan Dengan Pasangan Agar Selalu Stabil, Berikut Tipsnya

Selanjutnya, pihak Komisi III DPRD OI akan mengusut tuntas persoalan tersebut karena diduga telah melanggar dan tidak sesuai ketentuan yang ditetapkan.

"Apalagi mengingat dana yang digelontorkan nilainya cukup pantastis mencapai miliaran rupiah," Afrizal.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer