Kanal

Protes PT SERD Tidak Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Warga Semende Blokir Jalan Menuju Perusahaan

Tampak Humas PT SERD dan unsur tripika memberikan pengarahan kepada masyarakat Semende dalam aksi demo yang menutup akses jalan menuju ke perusahaan, di Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim. - SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Masyarakat Semende melalui (FOMAS) Forum Masyarakat Semende, melakukan aksi damai dengan cara melakukan orasi dan pemblokiran jalan menuju ke perusahaan PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) di Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim, Sabtu (8/9).

Setelah itu, dilakukan pertemuan yang dihadiri oleh manajemen PT SERD Guril Tan, Camat SDU Cholid Trik Aquarian, Kapolsek Semende AKP Nusirwan, Danramil Semende Kapten Haris, PT Rekin diwakili Wandi, PT PARA diwakili Zainal Arifin, Komite yang di wakili oleh Kades Pajar Bulan, Kades Aremantai, Kades Segamit, dan tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Baca: Permudah Komunikasi Dengan Pelanggan, Astra Motor Luncurkan Aplikasi Motorku

Menurut Ketua Fomas Munawir didampingi Korlap Arwin Tino, mengatakan bahwa pihaknya menuntut dan meminta dibubarkan komite karena telah membuat tumpang tindih masalah terutama dalam hal penerimaan tenaga kerja.

Dan meminta perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Lalu, untuk kerja luar Semende, untuk menghormati kearifan dan budaya lokal seperti dalam etika sehari-hari.

Baca: Harga Ayam Pramuka di Pagaralam Capai Rp 58 Ribu Per Ekor, Disperindagkop Segera Turunkan Tim

"Kalau mandi diluar jangan telanjang, kalau bulan puasa makan dan minum jangan diluar dan sebagainya," tukasnya.

Menurut Camat SDU Cholid, memang benar ada warga Semende yang demo menyampaikan aspirasinya.

Intinya mereka minta dalam penerimaan tenaga kerja transfaran dan memperhatikan tenaga kerja lokal.
Hal senada diungkapkan Kapolsek Semende AKP Nusirwan, membenarkan ada aksi demo damai.

Baca: Rupiah Melemah Calon Jemaah Haji 2019 Diminta Bersabar Lunasi Ongkos Haji

Tuntutan mereka minta komite dibubarkan dalam hal penerimaan tenaga kerja, dan juga minta memperhatikan tenega kerja lokal untuk diterima bekerja di PT SERD dan Subkonnya.

Lalu, ada juga masalah etika mandi di sungai jangan telanjang meski di dalam hutan, bulan puasa jika makan dan minum jangan terbuka, jangan minum-minuman keras, jangan berjudi dan sebagainya.

"Saya sudah ingatkan kepada pekerjanya, terutama berjudi. Jika mereka masih melakukan saya tidak segan-segan akan menangkapnya," ujarnya.

Baca: Restorasi Sungai Sekanak, Pengerjaannya Hampir Selesai. Jadikan Wisata Kelas Dunia

Ketika dikonfirmasi ke PT SRED Humas Goeril Tan, memang benar ada permintaan masyarakat Semende yang diwakili Fomas, untuk ikut serta dalam hal penerimaan karyawan di PT SERD. Dan kita pada intinya menyambut baik, dan berusaha mengakomodirnya.

Baca: Persiapan Moto GP 2018 di Italia, Maverick Vinales Tetap Optimis Meski Start di Posisi 3

Untuk itu, pihaknya melalui musyawarah akab melakukan rapat kembali pada tanggal 17-9-2018 di kantor PT SERD di Talang Pisang, Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat, untuk membahas tekhnisnya.

"Tanggal tersebut, insyallah pimpinan kita ada ditempat, dan mudah-mudahan ada solusinya," ujar Guril.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer