Kanal

Bakti Ungkap Berdirinya PT SOM dan Pemprov Melalui Yayasan yang tak Lagi Danai Sriwijaya FC

Penggagas Sriwijaya FC Bakti Setiawan saat memberikan keterangan pers didampingi Plt Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang dan Sekretarisnya, Faisal Mursyid. - SRIPOKU.COM/RESHA

Laporan wartawan sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Penggagas Sriwijaya Football Club (SFC)  Bakti Setiawan akhirnya buka suara ke publik mengenai sejarah berdirinya PT SOM, Sriwijaya FC, dan ungkap Yayasan Sekolah Olahraga, yang tak lagi mendanai Sriwijaya FC sejak tahun 2008, lantaran ada larangan regulasi klub profesional dan boleh gunakan dana APBD.

Bakti mengungkapkan, Sriwijaya FC yang merupakan hasil take-over dari Persijatim tahun 2004 lalu itu dikelola oleh PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM).

Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu awalnya memang terdapat campur tangan Pemerintah Daerah (Pemda), hingga akhirnya muncul regulasi yang melarang pembiayaan APBD untuk klub Sepakbola.

Hingga lahirnya PT SOM yang saat ini sebagai badan hukum pengelola Sriwijaya FC.

Awalnya, tim lahir dari usulan yang diajukan oleh Bakti Setiawan bersama beberapa orang lain kepada Pemda saat itu.

Usulan tersebut dilayangkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Sumsel yang saat itu dipimpin oleh Gubernur Syahrial Oesman.

Bakti diminta oleh Syahrial untuk mencari tim agar Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) jadi lebih bermanfaat.

Baca: Driver Ojek Online Melawan Sistem Suspend. Ini yang Bakal Dilakukan Ribuan Driver Ojol di Sumsel

"Saya diminta memanfaatkan stadion kita yang bagus itu. Sudah Internasional, karena katanya kalau tidak ada aktivitas tentunya akan jadi monumen. Jadi kita harus punya klub elite, dalam arti harus di divisi utama," ujarnya saat konfrensi pers didampingi Plt Direktur Utama PT SOM Muddai Madang dan Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid, Minggu (9/9/2018).

Untuk itu, pihaknya pun berinisiatif mengambil alih Persijatim yang saat itu tengah berada di Divisi Utama. Sejak 23 Oktober 2004, Persijatim resmi berganti nama menjadi Sriwijaya FC. Di mana menggunakan dana APBD hingga tahun 2007.

Halaman
12
Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer