Kanal

MUI dan Dinkes Sumsel Sosialisasi Imunisasi MR di Kabupaten Muaraenim

Tampak MUI Sumsel dan Dinkes Sumsel melaksanakan sosialisasi tentang imunisasi MR di Muaraenim, Rabu (5/9) - SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Untuk menyakinkan ke masyarakat bahwa imunisasi vaksin measles-rubella (MR) adalah mubah, MUI dan Dinkes Sumsel melakukan sosialisasi ke Kabupaten Muaraenim di ruang rapat Pemkab Muaraenim, Rabu (5/9/2018) sekitar pukul 15.00.

Sosialisasi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua MUI Sumsel Prof Dr KH Aflatun Muchtar, Sekretaris Umum MUI Sumsel H Ayik Farid BA, Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin MSi, Kadinkes Sumsel Dra Hj Lesty Nurainy Apt MKes, Pengurus MUI Muaraenim H Nurdin Masyir BA, Kadinkes Muaraenim Vivi Mariani, dan para tamu undangan.

Bahkan dalam sosialisasi tersebut sebagai testimoni turut menghadirkan orangtua dan anak yang terkena virus MR.

Menurut Ketua MUI Sumsel Prof Dr KH Aflatun Muchtar didampingi Sekretaris Umum MUI Sumsel H Ayik Farid BA, sesuai surat Fatwa MUI No 33 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Vaksin MR Produk Dari SII (Serum Intitute Of India) Untuk Imunisasi, memutuskan dan menetapkan bahwa penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur Babi dan turunannya Haram.

Namun dalam kondisi keterpaksaan dan belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci hukumnya Mubah.

Baca: Mengaku Selalu Diancam dan Ditantang Korbannya, Eko Nekat Tusuk Sandi dan Tewas

Tetapi jika kemudian hari ditemukan vaksin yang halal dan suci maka vaksin yang mengandung unsur Babi hukumnya Haram dan tidak diperbolehkan menggunakannya lagi.

Kemudian, kata Aflatun, pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin Halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat.

Lalu Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan mensertifikasikan halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, pemerintah harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan.

Kemudian, pemerintah hendaknya mengupayakan secara maksimal serta melalui WHO dan negara-negara berpenduduk muslim agar memperhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat-obatan dan vaksin yang suci serta halal.

Baca: Hujan Datang, Jalan Penghubung Desa di Kecamatan Buay Pemaca OKU Selatan Membahayakan

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer