Kanal

Proyek Jalan Kapal Betung Terus Dikebut, Masih Ada Masalah Terkait Ganti Rugi Lahan

Proyek pekerjaan Jalan Tol Kayuagung Palembang Betung (Kapal Betung) yang masih dalam pengerjaan pengerasan dengan tanah merah di sisi kiri STA 00 + 300 dan pengerasan dengan batu pecah di sisi kanan, tampak mobil tanki melakukan penyiraman agar timbunan jalan menjadi padat. - SRIPOKU.COM/MAT BODOK

Laporan wartawan sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKI.COM, KAYUAGUNG -- Pekerjaan proyek Jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapal Betung) sepanjang 33 Kilometer (KM) dan lebar 50 meter khusus di wilayah Desa Celikah Kecamatan Kayuagung, terus dikebut oleh pihak pelaksana PT Waskita Karya.

Pantauan wartawan, Selasa (4/9/2018) dari pintu masuk rencana jalan tol Kayuagung Palembang sudah dilakukan penimbunan dengan tanah merah, pasir, koral jagung, batu pecah, kurang lebih sepanjang 100 meter dari Jalan Raya Desa Celikah.

Pengerasan ini dilaksanakan dengan sistem kiri dan kanan, karena kendaraan besar, angkutan tanah timbun dan paku bumi, tiang pancang melintasi lokasi pengerasan. Sebab itu, pengerasan dilakukan di bagian kanan arah Kayuagung Palembang.

Pekerjaan pemasangan tiang pancang di beberapa titik juga terus berlangsung.

Demikian pembangunan jembatan dan box culvert, saluran air, masih dalam pekerjaan di beberapa titik di lokasi rawan banjir yang memang lokasi persawahan tadah hujan.

Baca: Pelantikan Herman Deru-Mawardi 27 September, Alex Akui Belum Terima Surat Pemberitahuan Resmi

Terkait persoalan, kendala belum adanya penyelesaian ganti rugi lahan, yang masih dipertahankan warga untuk tidak digarap oleh pelaksana PT Waskita Karya, tidak menjadi persoalan yang berarti, karena menurut Kepala Proyek (Kapro) PT Waskita Karya, Okta Mulya Thaher, semuanya bukan wewenang Waskita sebagai pelaksana.

"Untuk pelaksanaan pekerjaan sampai sekarang diperkirakan, berkisaran 40 persen," kata Okta ketika dihubungi melalui telpon.

Terkait persoalan di lapangan dijelaskan Fajar Indo selaku administrasi proyek Waskita Karya, bukan tanggungjawab Waskita, karena pihak Waskita hanya sebagai pelaksana dan perintah dari owner.

Sejauh ini, dalam pelaksanaan belum ada kendala yang berarti di lapangan. "Kami pelaksana dari PT Srim dan PT Prima Indojaya Mandiri (PIM), jadi kalau ada masalah silahkan langsung ke perusaan tadi," ujar Fajar saat ditemui di halaman kantor Waskita Kayuagung, yang mengaku telah di telpon pihak polres seraya berlalu meninggal wartawan.

Baca: Hari Pelanggan Nasional, Telkomsel Siapkan Berbagai Hadiah Menarik, Segera Tukar Telkomsel POIN

Sementara itu, informasi yang dihimpun wartawan, selama dalam pelaksanaan pembangunan proyek jalan tol baik dari Pematang Panggang Kayuagung (PPKA) hingga Kayuagung- Palembang- Betung, masih ada persoalan yang belum terselesaikan, khususnya ganti rugi lahan.

Pemilik lahan, warga desa yang belum menerima ganti rugi, bahkan ada pemilik lahan yang tidak menerima ganti rugi sama sekali.

Warga yang belum menerima ganti rugi lahan diarahkan oleh pihak tim bayar menuju jalur hukum.

"Benar, persoalan ganti rugi lahan ini, harus transparan dan rakyat kecil dan miskin jangan menjadi korban pembodohan dan jangan ditakuti-takuti. Karena pembangunan jalan tol ini juga untuk kesejahteraan rakyat kecil," tegas Wakil Ketua DPD Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) OKI M Ali Musa seraya meminta kepada pihak penegak hukum pelajari keinginan warga terlebih dahulu, jangan serta merta divonis salah dan salah.

Menurutnya, persoalan di lapangan terkait ganti rugi masih ada yang dianggap sepele dan jangan dibenturkan ke hukum.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer