Kanal

Sempat Ditunda, Pemberian Vaksin MR di Pagaralam Dilanjutkan Sesuai Fatwa MUI Terbaru

Ilustrasi pemberian vaksin MR -

Laporan wartawan, Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Setelah sempat ditunda bahkan dihentikan karena adanya Fatwa MUI yang menyatakan Vaksin MR tersebut haram.

Serta adanya surat edaran dari Kementerian Kesehatan untuk menunda pemberian vaksin tersebut sampai adanya petunjuk selanjutnya.

Saat ini pemberian vaksin MR bisa kembali dilanjutkan diberikan kepada anak-anak di Pagaralam.

Baca: Akhirnya BKN Rilis Tahapan Tes CPNS 2018, Daftar sscn.bkn Hingga Pengumuman Kelulusan

Hal ini berdasarkan fatwa dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang telah menetapkan vaksin Measles Rubella (MR) yang mengandung babi dalam proses produksinya, namun tetap memperbolehkan penggunaan karena alasan darurat.

Keputusan tersebut tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 33 Tahun 2018 tentang penggunaan vaksin MR (Measles Rubella) Produk dari SII (Serum Institute of India) untuk imunisasi.

Baca: Video Masuk Toilet Cewek Heboh, Tingkah Keponakan Ashanty, Millendaru Buat Warganet Penasaran

Fatwa MUI tersebut dijadikan dasar oleh Dinas Kesehatan Kota Pagaralam melanjutkan vaksinasi MR untuk dongkrak target pencapaian cakupan imunisasi Measles Rubella (MR) di wilayah Kota Pagaralam sesuai target Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kota Pagaralam, Subur Wicaksono mengatakan, merujuk pada fatwa MUI pusat tersebut, pihkanya langsung melakukan rapat koordinasi dengan MUI Kota Pagaralam, Kemenag dan Pemkot Pagaralam terkait kelanjutan vaksinasi MR tersebut.

Baca: Hasil Pertandingan Arsenal vs Cardiff City, The Gunners Naik 4 Peringkat

"Kita sempat menunda pemberian vaksin ini karena masih ada polemik. Namun setelah MUI mengeluarkan fatwa baru dan memperbolehkan karena hukumnya dinilai mubah. Jadi saat ini pemberian vaksin ini kembali kita lanjutkan," katanya.

Dijelaskanya, mubah yang dimaksudkan dalam hal ini karena tidak ada vaksin pengganti lainya dan secara kedudukanya memang vaksin tersebut haram.

Baca: Dirolling Tiap 2 Pekan, ACT Sumsel Kirimkan Tim Bantu Recovery Korban Gempa Lombok

Namun secara kemaslahatan dan dampak positifnya dapat melindungi dari penyakit campak dan rubella.

"Meskipun sudah ada fatwanya namun kita tetap berkoordinasi dengan pihak MUI Pagaralam. Agar kegiatan vaksinasi ini bisa dilanjutkan tanpa ada polemik lagi," jelasnya.

Dikatakan Subur, meskipun baru akan di launching pada hari Kamis mendatang, namun pemberian vaksin sudah kita jalankan karena khawatir tidak tercapai target yakni selesai pada bulan September ini.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post

Inilah Sosok Ibu Angkat yang Tega Siksa dan Sekap 3 Anaknya Bersama Ular dan Anjing di Makassar

Berita Populer