Kanal

Bedah Rumah Pak Asoma di Muaraenim Bisa Dijadikan Contoh untuk Kita Semua

Rumah Asoma yang selesai dibedah secara gotong-royong dan bantuan donatur masyarakat Desa Penanggiran Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muaraenim Sumatera Selatan. - SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Betapa bahagianya kakek Asoma (54) melihat rumahnya yang baru selesai dibedah.

Rumahnya yang nyaris rubuh itu, kini sudah kembali tegap berdiri dan layak ditinggali oleh keluarganya, di Dusun VI Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, Minggu (2/9/2018).

Menurut Asoma, rumahnya yang lama berbahan kayu berukuran sekitar 5 x 7 meter, berdinding papan dan beratapkan seng, sudah reot karena termakan oleh usia.

Rumahnya yang telah berumur puluhan tahun, sejak dibangun sampai direhab belum pernah diperbaiki, meski diperbaiki hanya seadanya, seperti atap bocor hanya ditambal sulam saja dengan bahan seadanya.

Kondisi awal rumah Asoma sebelum dilakukan bedah rumah. (SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI)

Bahkan lima tahun terakhir kondisi rumahnya semakin parah, karena kayunya sudah banyak yang lapuk dan atapnya banyak yang bocor sehingga takut ambruk.

"Kalau hujan angin, kami anak beranak cuma pasrah tapi was-was takut roboh dan reruntuhan tertimpa rumah," ujar Asoma.

Baca: Kawasan Jembatan Ampera Disediakan Wifi Tanpa Password Pemakaian Sepuas-puasnya

Dikatakan Asoma, dahulu atap rumahnya adalah genteng, karena sering bocor ia sisipi dengan seng bekas, plat bekas drum hingga daun nipah seadanya, akibatnya atap rumahnya tidak beraturan asal tidak bocor saja.

Kalau mau beli tidak ada uang, untuk makan dan keperluan sehari-hari untuk keluarganya saja masih kurang.

"Kami sekeluarga, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada warga Desa Penanggiran dan donatur yang membantu perbaikan rumahnya," ujar Asoma.

Warga berfoto bareng di dalam rumah baru milik Asoma setelah dilakukan bedah rumah. Minggu (2/9) (SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI)

Sementara itu menurut Kepala Desa Penanggiran Fredick Alviansyah, bedah rumah itu dilakukan murni atas inisiatif warga yang prihatin dengan kondisi rumah dan perekonomian kakek Asoma.

Lalu, warga mengusulkan untuk membedah rumahnya dengan cara urunan (sumbangan) serta bantuan dari beberapa donatur sehingga akhirnya terkumpul dan untuk bedah rumah tersebut sekitar Rp 24 juta.

Setelah terkumpul, warga secara gotong- royong membedah rumah, dan dengan waktu 12 hari, rumah permanen yang layak huni untuk keluarga Asoma selesai.

"Saya saya apresiasi, warga urunan uang untuk beli bahan, sedangkan pengerjaannya warga gotong-royong. Rumah bapak Asoma ini akan menjadi contoh untuk kegiatan bedah rumah berikutnya," ujar Yayan panggilan akrabnya.(ari)

Baca: Festival Louhan Kasanova Cup, Buat Pengunjung Rela Datangi Satu per Satu

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer