Kanal

Pasca MUI Cabut Status Haramnya, Kini Disdik Palembang Izinkan Imunisasi MR ke Sekolah

Seorang murid saat menjalani penyuntikan vaksin. Foto diambil beberapa waktu lalu. - SRIPOKU.COM/LENI JUWITA

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Ketegasan kehalalan status vaksin campak Measles dan Rubella (MR) yang masih simpang siur, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang tidak bisa melarang sekolah yang menolak siswanya diberikan suntikan.

Kendati sempat melarang sekolah meneruskan imunisasi ini, namun pihak Disdik Palembang akhirnya kembali mengizinkan imunisasi untuk dilanjutkan.

"Baru-baru ini saya menerima surat edaran dari MUI, bahwa status haramnya dicabut. Jadi tidak masalah digunakan," ujar Kabid SMP Disdik Palembang, Selasa (28/8/2018).

Baca: Dijanjikan Bisa Bekerja di RSMH Palembang, Pria di Palembang Ini Kehilangan Uang Rp 15 Juta

Baca: Tertipu Modus Penggandaan Uang, Puluhan Warga OKI Jarah Perabotan Yana yang Memilih Kabur

Ia juga sempat ditelpon beberapa kepala sekolah yang menanyakan prihal imunisasi MR ini. Sebab pro dan kontra vaksin campak MR hingga sekarang masih terus berlanjut dan dilaksanakan di beberapa sekolah di Kota Palembang.

"Memang kemarin program Kementrian Kesehatan RI itu masih belum ada kejelasan kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun BPOM. Makanya sempat saya hentikan dulu. Tapi kalau sekarang tidak apa-apa diteruskan," jelasnya.

Menurut Herman, pihaknya selalu mendukung upaya apapun untuk kepentingan kesehatan khususnya untuk pelajar. Namun tidak bisa juga mengizinkan apabila memang belum ada kejelasan dari MUI.

"Kita tidak berani mengambil keputusan yang salah. Apalagi sampai meresahkan orangtua siswa," tegasnya.

Sejauh ini imunisasi MR baik SD dan SMP di Palembang belum menyasar secara menyeluruh, dikarenakan sempat tertundanya belum lama ini. Namun kali ini pihaknya mengimbau agar sekolah bisa melakukan imunisasi MR sesuai anjuran dari Kementerian Kesehatan.

"Kami menyerahkan kepada orangtua siswa dan sekolah masing-masing, selama orangtua siswa tidak keberatan ya biarkan saja. Jika keberatan tidak bisa dipaksakan juga,” ujarnya. (*)

Penulis: Yuliani
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer