Kanal

Soal Vaksin Mengandung Babi, Pemkot Pagaralam Tunda Pemberian Vaksin Campak dan Rubella

Ilustrasi pemberian vaksin MR -

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Terkait polemik program nasional vaksinasi Campak dan Rubella di Indonesia saat ini.

Pemkot Pagaralam terpaksa melakukan penundaan pemberian vaksin tersebut sambil menunggu petunjuk lebih lanjut.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, Sobur Wicaksono.

Baca: Mobil Sedot WC Terbalik, Arus Lalu Lintas Depan PTC Palembang Macet

Menurutnya MUI Kota Pagaralam mengirimkan surat serta mengadakan audensi langsung dengan jajaran pemerintah daerah untuk membahas tentang kehalalan produk vaksin MR asal India yang menjadi acuan program nasional tersebut.

"Dalam pertemuan tersebut kedua pihak menyepakati penundaan pelaksanaan program vaksinasi MR di Pagaralam. Pasalnya vaksin tersebut diduga mengandung unsur hewan babi dan jaringan tubuh manusia yang berdasarkan fatwa MUI pusat yang telah diedarkan menyatakan bahwa produk vaksin tersebut adalah Haram," ujarnya.

Baca: Cabang Rumah Sakit Hermina Hadir di Jakabaring, Jadi Rumah Sakit Rujukan Kelas B

Ditambahkan Sobur, selain hasil kesepakatan tersebut pihaknya juga telah menerima surat edaran dari Kementrian Kesehatan tentang petunjuk sementara program nasional tersebut.

"Dalam surat edaran bernomor HK 02.01/MENKES/444/2018 diintruksikan kepada seluruh pemerintah daerah untuk tetap menkampayekan program vaksinasi nasional Campak dan Rubella tersebut. Namun dalam pelaksaannya berdasarkan hasil kesepakatan dengan pihak MUI pusat menyatakan pelaksaan vaksinasi diundur," jelasnya.

Baca: Tingkatkan Kedisiplinan ASN di Lingkungan Pemkab Lahat, Pj Sekda Lahat Lakukan Tindakan Tegas Ini

Hal ini mempertimbangkan kehalalan atau kebolehan dalam aspek Syari bagi masyarakat muslim. Bagi masyarakat akan divaksinasi setelah adanya fatwa akan dilaksanakan paling lambat pada akhir September 2018.

"Namun bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan secara Syar'i, program ini akan tetap berjalan sesuai jadwal nasional," katanya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer