Kanal

Cari Dana 17 Agustus, Pemuda di Pagaralam Ini Nekat Lakukan Hal Berbahaya

MINTA SUMBANGAN : Tampak sejumlah pemuda di jalan Air Perikan yang meminta sumbangan sukarela kepada semua pengguna jalan tersebut. Dana yang didapat akan digunakan untuk menggelar kegiatan peringati HUT RI ke-73, Jumat (10/8/2018). - SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM-- Euforia memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) setiap tahun menjadi pemandangan menarik di seantero Indonesia.

Hal ini juga tampak di Kota Pagaralam. Dalam memperingati HUT Kemerdekaan biasanya para pemuda menggelar banyak perlombaan di kampung masing-masing.

Namun sayangnya untuk menggelar lomba-lomba tersebut para panitia perlombaan rela melalukan hal berbahaya dengan meminta sumbangan di tengah jalan raya.

Kondisi ini sangat membahayakan, pasalnya para panitia berdiri di tengah jalan menghadang kendaraan untuk dimintai sumbangan secara suka rela.

Pantauan Sripoku.com, Jumat (10/8/2019) saat ini hampir di setiap jalan raya bahkan jalan protokol terdapat pemuda-pemudi yang meminta sumbangan tersebut. Bahkan parahnya mereka nekat menutup setengah badan jalan agar kendaraan bisa mendekat dengan petugas yang meminta sumbangan.

Kondisi ini sangat disayangkan oleh pihak Polres Pagaralam, pasalnya berdasarkan aturan yang ada jalan raya merupakan tanggung jawab Polres Pagaralam. Jadi segala kegiatan yang memggunakan jalan raya harus mendapat izin dari Polres Pagaralam.

"Kegiatan yang dilakukan para panitia tersebut jelas melanggar aturan. Apalagi jika sampai menutup separuh jalan raya. Harusnya kegiatan ini punya izin resmi dari Polres Pagaralam," ujar Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIk MH melalui Kabag Ops Kompol Sunarso, kepada Sripoku.com, Jumat (10/8/2018).

MINTA SUMBANGAN : Tampak sejumlah pemuda dijalan Air Perikan yang meminta sumbangan sukarela kepada semua pengguna jalan tersebut. Dana yang didapat akan digunakan untuk menggelar kegiatan peringati HUT RI ke-73, Jumat (10/8/2018). (SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN)

Baca:

Kerap Beraksi di Jalinsum Muara Rupit, 3 Pelaku Begal Ini Akhirnya Dibekuk Petugas

Dulu Terkenal Lewat Peran Antagonis Karir Artis Ini Redup Sampai Jualan Pempek, Begini Nasibnya Kini

Melihat kondisi ini Polres Pagaralam langsung menerjunkan tim Lantas untuk melakukan pembinaan kepada para panitia 17 an tersebut. Jika ditemui kondisi sudah membahayakan pengguna jalan dan para panitia yang ada maka akan dihentikan aktivitasnya.

"Kita sudah meminta Kasat Lantas untuk turun kelapangan memantau langsung hal tersebut. Jika dinilai sudah menganggu kelancaran lalulintas maka akan kita hentikan semua," tegasnya.

Sementara itu, Serli salah satu ketua Karang Taruna di Pagaralam mengatakan, panitia kadang memang terpaksa meminta sumbangan di tengah jalan. Pasalnya untuk menggelar kegiatan seperti panjat pinang, lari karung dan kegiatan khas 17 an lainnya Karang Taruna tidak punya dana.

"Kami karang taruna ini tidak pernah mendapat dana untuk kegiatan. Jadi ya terpaksa minta sumbangan agar kegiatan dalam memperingati HUT RI ini bisa digelar," ujarnya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer