Kanal

Kota Pagaralam Masih Punya Kawasan Kumuh, Ini yang Dilakukan Tim Kotaku

Anggota Fasilitator Tim 27 KOTAKU lakukan survey lokasi penataan kawasan kumuh di beberapa Kelurahan di Pagaralam, Rabu (8/8/2018). - SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN

Laporan wartawan sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM – Sebagai bahan pengajuan usulan ke tingkat Provinsi dan Pusat, Tim Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) melakukan survey skala kawasan.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan juga untuk mendukung terwujudnya permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.

Adapun wilayah yang dilakukan survey, Rabu (8/8/2018) yaitu beberapa kelurahan di Kecamatan Pagaralam Selatan.

Dari hasil peninjauan lokasi kelurahan tersebut, Tim KOTAKU menemukan beberapa titik kawasan, yang masih perlu diusulkan untuk penataan.

Senior Fasilitator Tim 27 Kota Pagaralam, membawahi wilayah Kecamatan Pagaralam Selatan, Minang Apri Wijaya mengatakan, bahwa survey skala kawasan dilakukan, sebagai bahan ajuan usulan ke tingkat Provinsi dan Pusat.

"Daerah kawasan kumuh, yang berada di Kecamatan Pagaralam Selatan harus segera ditangani dengan serius. Namun tentunya harus ada peran aktif dan kerjasama semua pihak, termasuk masyarakat serta kelurahan. Pasalnya ini merupakan bentuk membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, buat penanganan permasalahan kumuh perkotaan," katanya.

Selama melakukan survey pihaknya masih menemukan beberapa hal yang mesti segera ditanggulangi, seperti permasalahan jalan, saluran drainase dan lainnya.

"Dari temuan tersebut akan diusulkan ke Kementerian, mengingat data yang didapatkan di lapangan, akan menjadi bahan pertimbangan Kementerian untuk mengucurkan bantuan dana pembangunan infrastruktur skala kawasan," ujarnya.

Tim KOTAKU berharap, data yang berhasil didapatkan, nantinya bisa menjadi bahan pertimbangan yang benar-benar memang layak segera diperbaiki.

"Untuk bisa dibangun salah satu syaratnya, perencanaan harus terintegrasi dengan RT/RW, serta dokumen perencanaan Kota lainnya. Dan untuk pembangunannya yang akan dilakukan kedepan, bisa berjalan baik sesuai ketentuan atauran, serta kebijakan daerah tentang tata ruang," jelasnya. (one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer