Kanal

Ingin Beli Rumah Tanpa Uang Muka, Waspadai Tingkat Suku Bunganya

Ilustrasi. - www.shutterstock.com

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Pelonggaran aturan Loan to Value (LTV) sektor properti yang akan diterapkan Bank Indonesia, memungkinkan masyarakat yang ingin membeli rumah pertama tanpa perlu menyerahkan uang muka alias down payment (DP) 0 persen.

Meski diyakini akan memudahkan untuk membeli rumah pertama, namun masyarakat perlu mewaspadai dampak yang mungkin timbul dari kebijakan tersebut.

Berita Lainnya:
Bukan Isu Politik, Inilah Tawaran Rumah Tanpa DP Tahun 2018

"Waspadai tingkat suku bunganya," kata pengamat properti Jehansyah Siregar kepada Kompas.com, Selasa (3/7/2018).

Dosen Kelompok Keahlian Perumahan Permukiman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SKPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menilai, dengan dibebaskannya uang muka, maka bisa menjadi alasan bagi perbankan untuk menaikkan suku bunga yang berlaku.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan masyarakat yaitu rentang waktu (tenor) yang diberikan perbankan atas bunga kredit tetap (fixed). Jangan sampai terjadi perubahan suku bunga sebelum batas waktu yang ditawarkan berakhir.

"Kalau dia tidak fixed, maka harus diwaspadai. Karena bisa jadi dalam keadaan krisis moneter itu bisa meningkat tajam nanti tingkat suku bunga floating-nya," ujarnya.

Menurut rencana, relaksasi LTV dan Financing to Value (FTV) terhadap sektor properti akan diterapkan BI awal Agustus 2018.

Gubernur BI Perry Warjiyo berharap, melalui kebijakan ini kinerja sektor properti dapat terakselerasi, sehingga menimbulkan efek ikutan terhadap sektor perekonomian Tanah Air.

"Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesempatan kepada masyarakat, terutama first time buyer untuk memenuhi kebutuhan rumah pertama melalui KPR ( Kredit Pemilikan Rumah)," ujar Perry saat Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur (RDG), Jumat (29/6/2018).

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com

8 Pengakuan Tersangka Pembunuhan di Bekasi: Sakit Hati Dibangunkan saat Tidur Pakai Kaki

Berita Populer