• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Sriwijaya Post

Peserta Kejurda Inkai Mengeluh

Senin, 28 Februari 2011 09:23 WIB
Peserta Kejurda Inkai Mengeluh

TANDING — Peserta sedang bertanding pada Kejurda Inkai Cadet dan Junior PLN Cup di Auditorium PLN Persero Pembangkitan Sumsel, Minggu (27/2)

Sripo/mg18

PALEMBANG, SRIPO — Sebagian besar peserta Kejuaraan Daerah (Kejurda) Inkai Capet dan Junior di Auditorium PLN Persero Pembangkitan Sumsel, Minggu (27/2) mengeluh lantaran belum bertanding hingga malam hari. Padahal, menurut jadwal panita, pertandingan diperkirakan selesai pukul 19.00. Namun nyatanya, sekitar 14 kelas belum bertanding.

 Kejurda Inkai yang diikuti 34 kelas, digelar dalam satu hari, padahal seharusnya dua hari. Oleh karena itu kebanyakan peserta yang menunggu giliran bertanding, mengeluh dan menyayangkan jadwal pertandingan gelaran itu.

 “Aku dari pagi jam enam pagi tadi, sampai sekarang belum tanding. Besok nak sekolah pulok,” ungkap Richardo, kontingen dari SMA Negeri 22 Palembang kesal.

Menurutnya, panitia kejurda harus lebih profesional. Jika kondisinya seperti itu, jelas menggangu kesiapan serta dapat menguras fisik para peserta.

 Hal senada juga diungkapkan Luis Shaleh. Peserta Kejurda Inkai dari Pusri ini juga mengeluh dengan jadwal pertandingan yang molor.

“Kita udah dari pagi nunggu, sampai malem gini belum juga tanding,” tuturnya sambil tertunduk lesu.

 Molornya jadwal pertandingan tersebut, menurutnya lebih disebabkan karena pihak panitia mendahulukan peserta pemula usia 10-12 tahun.

Edi Agus, pelatih karate Bank Sumsel menyesalkan jadwal kejurda yang padat. Menurutnya, perlu perbaikan dari segi penjadwalan, peningkatan kerjasama antara jajaran Inkai, dan pemilihan tempat kejuaraan yang harus diperhatikan.

 “Kesannya, Kejurda kali ini terlihat dadakan,” kritik Edi.

Ketua panitia, Sri Wahyuni menjelaskan, jika keterlambatan waktu tanding disebabkan karena banyaknya instruksi dari peserta sehingga waktu normal 3 menit untuk bertanding, menjadi bertambah. Selain itu, tidak ada tempat untuk penambahan matras bertanding.

 “Memang seyogyanya ini dua hari. Namun rencana awal, kita adakan satu hari. Selain itu, tempatnya juga kurang luas. Jadi kalau kita mau menambah tempat bertanding, udah gak ada tempat lagi,” kilah wanita Dan III saat ditemui.

Meski demikian pihaknya terus menggelar pertandingan tersebut hingga selesai. “Diperkirakan selesainya pukul sepuluh malem lah,” tambahnya.

 Menurut koordinator administrasi pertandingan, Maulana, molor pertandingan tersebut dikarenakan waktu banyak disita untuk penilaian keindahan jurus. Selain itu, pertandingan fighter-nya juga mempengaruhi. “Waktunya banyak disita untuk penilaian pertandingan Katak,” ujarnya.

(Mg18)

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
61431 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas