A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Ida Cs Dipaksa Masuk Lokalisasi - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 20 Agustus 2014
Sriwijaya Post

Ida Cs Dipaksa Masuk Lokalisasi

Selasa, 23 Maret 2010 19:22 WIB

 

PALEMBANG -  Tiga wanita asal Sukabumi, Jawa Barat, dipaksa melayani pria hidung belang di lokalisasi Teratai Putih, Kampung Baru. Awalnya korban diiming-imingi bekerja di kafe dengan gaji Rp 5 juta per minggu.

Wanita tersebut bernama Rena (18), Fika (18) dan Ida (33). Ketiganya warga Kecamatan Baros Sukabumi, Jawa Barat. Awalnya Ida yang pertama kali datang bekerja di Kampung Baru. Sudah dua minggu janda beranak lima ini bekerja di Cafe Bali Suka.

Ida diajak oleh seorang mami bernama Hani (38) untuk bekerja di tempat tersebut. “Waktu itu aku lagi bingung. Karena habis cerai dengan suami aku,” ujar Ida yang berwajah manis ini.

Dari Sukabumi menurutnya, Ida berangkat naik bus AKAP Lorena yang dibiayai oleh Hani. Setelah sampai di Palembang tepatnya di Kampung Baru, Ida terkejut karena harus melayani para lelaki hidung belang. Padahal, maminya mengatakan bahwa Ida bekerja di kafe dan hanya menemani pengunjung minum.

Sedangkan Fika dan Rena juga berangkat dengan bus Lorena dari Sukabumi. Mereka bekerja di kafe yang sama dengan Ida. Tetapi mereka diajak oleh Wayan (30) yang dipanggil papi. Namun mereka juga tidak betah berada di Kafe tersebut. Karena pelanggan juga meminta layanan seksual.

Menurutnya, selama di kafe tersebut, mami dan papinya baik. Tetapi mereka harus bekerja untuk membayar hutang ongkos dari Sukabumi dan biaya makan. Ida mengaku bahwa tarif yang dikenakan kepada pelanggan dalam setiap kali kencan Rp 150 ribu.

Rp 120 ribu untuk aku, sisanya punya mami untuk sewa kamar,” ujar Ida seraya menambahkan selama berhubungan seksual tidak menggunakan alat pengaman. Sehingga dia sedikit takut tertular penyakit.

Pengalaman Rena tak jauh berbeda dengan Ida. Selain menemani minum, ia juga harus melayani kebutuhan biologis para pria hidung belang. Sedangkan Fika lebih beruntung. Ia mengaku belum sempat melayani pelanggan. “Aku dak juga dipaksa menjajakan seks. Tapi saya pernah ditawar om-om menjual keperawananku. Tapi aku tolak,” ujarnya polos.

Lari
Tidak tahan dipaksa bekerja sebagai pemuas nafsu pria hidung belang, akhirnya ketiganya melarikan diri dari Kampung Baru, Senin (22/3) pukul 05.00. Oleh seorang penarik ojek ketiganya kemudian diantarkan ke Terminal Karya Jaya.

Ibarat lari dari kejaran macan masuk mulut buaya. Ketiganya malah menjadi sasaran tiga pria iseng di Karya Jaya. Yakni, Levi (33), Feri (34) dan Hendra (36) . Berpura-pura akan menolong, Ida, Rena dan Fika diajak ke sebuah penginapan di terminal tersebut.

Tersangka lalu memesan tiga kamar dan korban dipaksa melayani ketiganya. Namun Fika gagal dikerjai Levi karena menangis terus. Akhirnya ketiga tersangka hanya berhasil menggarap tubuh Ida dan Rena. Setelah tersangka puas, Ida menyelinap keluar dan meminta diantarkan penarik ojek ke Polsek terdekat sekitar pukul 17.00.

Oleh penarik ojek Ida diantarkan ke Polsek Seberang Ulu I. Di Polsek janda ini menceritakan semua yang terjadi sambil beruraian air mata. Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek langsung menggerebek tempat tersebut. Polisi akhirnya berhasil mengamankan Rena dan Fika yang masih berada di penginapan dan langsung dibawa ke Polsek.

Akhirnya ketiganya wanita asal Sukabumi ini diserahkan ke PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Poltabes Palembang untuk penyelidikan dan pemeriksaan, setelah menginap satu malam di Polsek.

Sedangkan tersangka Hendra (36) warga Jl Faqih Usman, Sungai Goren, telah diamankan untuk dimintai keterangan mengenai kasus penyekapan dan pemerasan. Kapoltabes Palembang Kombes Pol Luki Hermawan telah menerima laporan tersebut dan akan terus diselidiki. sripo

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
30496 articles 17 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas