A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Isu Penculikan Resahkan Warga - Sriwijaya Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 22 Juli 2014
Sriwijaya Post

Isu Penculikan Resahkan Warga

Jumat, 22 Oktober 2010 08:47 WIB
Isu Penculikan Resahkan Warga

Ilustrasi.

Sripo/Dok

PALEMBANG, SRIPO — Isu mengenai penculikan dan pembunuhan kian meresahkan warga. Setelah sejumlah daerah di Sumsel, Kota Palembang dibuat heboh oleh cerita tentang dua pelajar yang diculik dan dikembalikan ke sekolah sudah jadi mayat, Kamis (21/10).

 Isu yang beredar lewat SMS dan menyebar dari mulut ke mulut itu semakin seram karena satu dari dua anak itu disebutkan organ tubuhnya, seperti mata dan isi perut, sudah hilang.

 Informasi yang dihimpun Sripo, ada dua pelajar sekolah itu diculik oleh orang tak dikenal pada Sabtu (16/10) dan dikembalikan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, Senin (18/10).

 Jika di daerah lain, seperti Sekayu, Kayuagung, Prabumulih identitas anak masih samar, di Palembang jelas disebutkan korban siswa SD Negeri 95 yang berada dekat DPRD Kota Palembang dan siswa SMP Negeri 7 di Jl Ahmad Yani Lr Manggis.

 Orangtua siswa dibuat takut. Jika selama ini jarang yang menjemput anak ke sekolah, setelah isu banyak yang menjemput. “Saya dengar isu penculikan tersebut sejak Sabtu kemarin. Katanya siswa yang diculik adalah teman anak saya satu kelas,” kata Kamil (40), orangtua salah satu siswa SDN 95.

 Akibat isu tersebut, pengawasan terhadap para siswa diperketat. Mereka diawasi oleh petugas satpam sekolah yang hapal semua wali murid penjemput siswa. Seperti di SDN 95, bagi siswa yang dijemput, harus menunggu di dalam sekolah dan diperbolehkan keluar saat dijemput oleh orangtua murid. Satpam pun akan curiga jika ada orang tak dikenal masuk ke dalam halaman sekolah. Pintu pagar juga ditutup saat kegiatan belajar dan dibuka saat jam istirahat dan pulang sekolah.

 Penjaga sekolah, Kusnadi, mengaku mendengar cerita penculikan itu karena sering diperbincangkan orangtua dan wali murid yang menunggu anak pulang sekolah.

 “Ibu-ibu orangtua siswa yang bicara seperti itu di kantin depan sekolah. Mereka tidak tahu dapat dari mana berita tersebut, tetapi mereka antusias sekali bercerita mengenai kasus penculikan. Saya dengar dari pembicaraan mereka, kalau anak yang diculik dikembalikan lagi dan sudah dikafani serta mendapatkan uang Rp 2 juta dari penculik,” jelas Kusnadi bersemangat.

 Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala SDN 95, Dra Yuni Atika, terlihat kaget dan menegaskan tidak ada muridnya yang diculik.

 “Tidak ada, tidak ada penculikan. Semua siswa lengkap. Saya terkejut dikatakan seperti itu,” katanya.

 Yuni, didampingi seorang guru, menuturkan bahwa cerita yang beredar tidaklah benar. Dia menuturkan, isu penculikan pernah terjadi sebelumnya, tapi hanya kesalahpahaman kedua orangtua salah seorang siswa.

 “Mereka terlibat pertengkaran dan pisah ranjang. Sehingga mereka sering berebut anaknya yang sekolah di sini,” ujarnya.

 Begitu juga saat Sripo mendatangi SMP Negeri 7. Wakil kepala sekolah, Edi Suryadi SPd MM, mengatakan, tidak ada siswanya diculik ataupun meninggal tidak wajar dalam seminggu terakhir.

“Wah, tidak ada, Mas. Murid saya masuk semua dan dalam keadaan sehat,” ujarnya.

 Isu penculikan serupa itu sudah duluan beredar dan membuat resah warga Sekayu dan Banyuasin pada September. Kemudian berlanjut di OKU Induk, Muaraenim, Kayuagung, Prabumulih, dan Empatlawang pada bulan Oktober ini.

 Di Kabupaten OKU Induk tersebar pula SMS yang bertentangan dengan isu negatif itu dan mengimbau agar warga tidak percaya. Isinya “Polres OKU Induk mohon utk semuanya baru tertangkap 2 org sedangkan yang nyebar sbnyak 148 orang, yg diculiknya ada pemuda, pemudi, org tua, ank kcil tlong krimkn ke smua no yg da di kontak anda. Berita ini kenyataan. Mohon kerjasamanya. Waspadai mobil APV SILVER dngn Nomr Pol B 1857 KK”.

 Namun, Kapolres OKU, AKBP Budi Indra Dermawan SIK didampingi Kasat Reskrim, AKP M Kadarislam K SH SIK MSi, Kamis (21/10), menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan imbaunan seperti yang beredar seputar penculikan di Lengkiti.

 “Sampai saat ini belum ada laporan tentang penculikan di Lengkiti seperti SMS yang beredar,” tandas Kapolres.

 Kapolres menambahkan SMS serupa sudah beredar sejak beberapa bulan terakhir ini, mayoritas penerima SMS berada kabupaten tetangga di luar OKU.

 SMS serupa dengan pesan yang sama dengan di atas juga ada yang mencatut nama pejabat lain di Pemkab OKU seperti Kabag Tata Pemerintahan Drs Slamet Riyadi. Saat dikonfirmasi ke Kabag Tapem Pemkab OKU, ternyata yang bersangkutan tidak pernah mengrimkan SMS imbaun seperti itu.

(mg4/eni/ahf)

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas