Informasi Haji 2019
Ini Tiga Lokasi Miqat Bagi Jemaah Haji di Mekkah
Jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indoensia tidak cukup melaksanakan umrah wajib saat pertama tiba di Mekkah. Mereka juga umrah sunat
Penulis: Husin | Editor: muhammad husin
Laporan Wartawan Sripoku.com/Muhammad Husin
SRIPOKU.COM, MEKKAH --Jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indoensia tidak cukup melaksanakan umrah wajib (umrah qudum) saat pertama tiba di Mekkah.
Jemaah haji Sumsel, salah satunya melakukan umrah sunat dengan menjajal tiga miqat (tempat) untuk berniat umrah sunat. Ketiga tempat itu, Masjid Aisyah di Tan'im yang berjarak 7 Km dari kota Mekkah, Masjid Ji'rana (26 Km dari Mekkah) dan Masjid Hudaibiyah (35 Km dari Kota Mekkah).
Alasan melakukan umrah sunat, diantaranya mengaku saat umrah wajib lalu, dirasakan ada yang kurang.
Kontributor sripo di Mekkah RM Syukri, Rabu (31/7) melaporkan, jemaah haji menuju miqat di Tan'im dapat dilakukan dengan dua cara.
Pertama, dengan naik taksi dari pemodokan dengan biaya 10 riyal perorang dengan rute Hotel-Tan'im-Masjidil Haram. Kedua jemaah haji bisa dengan menumpang Bus Sapco di terminal Syib Amir atau di kawasan Darut Tauhid dengan tarif tiket 3 riyal, dan kembali ke Masjidil Haram 3 Riyal. Masjid Tan'im disebut juga masjid Aisyah karena pada awalnya Miqat ini dipergunakan Aisyah. Diriwayatkan, ketika batu selesai melaksanakan ibadah haji bersama Rasulullah, Aisyah melanjutkan ibadah umrah, maka untuk memulai ihramnya, Nabi Muhammad menyuruh Aisyah berangkat ke Tan'im dan memulai ihram dari lokasi tersebut.
Miqat kedua di Ji'rana yang merupakan sebuah desa berjarak sekitar 26 km dari Kota Makkah. Nama ini pada mulanya adalah sebuah nama yang diberikan kepada seorang wanita yang mengabdikan dirinya menjaga dan membersihkan sebuah masjid yang terdapat di desa tersebut. Paling tidak, ada dua persoalan hubungan antara kampung Ji’ranah dengan pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah.
Pertama, oleh Ulama Mazhab Syafi’i berpendapat, Ji’ranah merupakan salah satu tempat yang ditentukan untuk melakukan ibadah miqat [miqat makani), khususnya bagi penduduk Kota Makkah. Tempat ini berada di perbatasan tanah geografis (wilayah) kota Makkah dan berjarak lebih kurang 26 km di sebelah selatan kota Makkah. Rasulullah SAW sendiri memulai Ihram-nya dari tempat tersebut. (HR. al-Bukhari dan Muslim). Untuk ke lokasi Miqat ini, jemaah haji naik taksi dengan tarif 15-20 riyal. Untuk layanan bus umum, sepertinya belum ada.
Sedangkan Miqat ketiga adalah Hudaibiyah, yang merupakan miqat terjauh dari kota mekkah dengan jarak 35 Km. Penamaan kota ini terinspirasi dari kisah perjanjian Hudaibiyah yang dilaksanakan Rasululah SAW dengan paran kafir Quraisy.

Kota ini adalah salah satu kota yang sangat relevan dalam sejarah keislaman. Alasan itulah kenapa kota ini tidak jarang menjadi salah satu destinasi jutaan jamaah umroh dan haji dari beberapa Negara di dunia setiap tahunnya.
Salah satu lokasi bersejarah di Kota Mekah ini terdiri dari wilayah dengan padang pasir yang terhampar luas. Daerah ini pun merupakan area pengembalaan unta dan kambing. Bahkan pemerintah Arab Saudi sedang mengerjakan pengembangan intensif pada area ini supaya menjadi sentra peternakan domba dan unta dan menjadi daya tarik untuk wisatawan.
Di wilayah peternakan di tengah padang pasir ini, jamaah dapat melihat proses pemerahan susu unta dan juga diizinkan untuk menikmati susu khas fauna berpunuk tersebut. "Jemaah haji Kloter 2 Palembang, sudah bermiqat ke Hudaibyah dan Tan'im," Victory, salah satu Ketua Rombongan (Karom) 8 Kloter 2 Palembang.
Sementara Ketua Rombongan Kloter 3 Palembang Hendra Wijaya, mengatakan, sebagian jemaah haji sudah melaksanakan umrah sunat di tiga migat bersejarah. "Kita ajak jemaah untuk berziarah, sekaligus wisata," katanya. (sin)