Selain DB , Ternyata Ada Satu Lagi Korban MOS SMA Taruna Indonesia. Kondisinya Kritis di Rumah Saki

Selain DB , Ternyata Ada Satu Lagi Korban MOS SMA Taruna Indonesia. Kondisinya Masih Kritis di Rumah Sakit

Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Suwito didampingi pengacaranya, Filri ketika mendatangi pengaduan Polresta, hendak melapor peristiwa penganiayan yang dialami anaknya Wiko, siswa Sma Taruna Indonesia, yang mengalami penganiayan saat Mos, Senin (15/7). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sepertinya korban penganiayaan di SMA Taruna Indonesia saat Mos (Massa Orentasi Siswa), bukan DB (14), saja.

Ini terkuak lagi setelah ada salah satu orang tua dari murid bernama Wiko Jerianda (14) (korban ,red) warga kelurahan 16 ulu Kecamatan Seberang Ulu II yakni Suwito (44) mendatangi pengaduan Polresta Palembang, Senin (15/7), siang.

Dimana Suwito didampingi pengacaranya, Firli Darta, mendatangi pengaduan Polresta Palembang, hendak melaporkan kejadian yang dialami anaknya (wiko-red), yang juga menjadi korban penganiayaan saat bersamaan kejadian yang dialami korban DB.

Meski laporannya sudah diterima secara lisan, Suwito dan Firli langsung diterima oleh  Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polresta Palembang, .

" Kita kesini hendak melaporkan kejadian hal yang sama dialami DB. Nah ini anak saya menjadi korban penganiayaan juga, saat waktu bersamaan," Ungkap Suwito didampingi Firli Darta.

Dimana terkuaknya peristiwa itu, berawal saat Suwito menerima telepon dari pihak sekolah SMA Taruna Indonesia Pada Sabtu (13/7) sekitar pukul 14.00, yang mengatakan anaknya Wiko sedang di rawat di rumah sakit Karya Asih, cabang Charitas. Mendapatkan kabar itu, Suwito pun langsung ke rumah sakit tersebut.

" Dapat kabar pak, saya langsung ke rumah sakit , saat sampai di rumah sakit,  saya lihat anak saya sudah tak sadarkan diri," Katanya.

Lanjutnya, saat itulah, pihak rumah sakit meminta kepada keluarga korban untuk menyetujui dilakukan tindakan medis mendesak (untuk dilakukan Operasi-red),

"Jadi sekitar pukul 21.00 dilakukan operasi karena perut anak saya sakit dan kata dokter ada ususnya yang terbelit," bebernya.

Lebih jauh ia mengatakan, usai operasi anaknya pun sempat mengigau.

"Sebelum operasi dan usai operasi anak saya ngigau terus, mengatakan, Mati dak kawan aku didigebuki," ungkap Suwito seperti yang ia ketahui melihat anaknya secara langsung saat di rumah sakit.

Suwito mengatakan, Wiko saat mos di tendang dan perutnya juga ditonjok," anak saya cerita seperti itu pak,

Hingga kini anak saya masih dirawat di RS Karya Asih, Vaviliun Clara Nomor 9," bebernya.

Firli berharap, atas peristiwa ini dan laporan ke pihak Polresta Palembang, Agar laporanya segera ditindaklanjuti oleh pihak reskrim Polresta Palembang.

" Saya berharap kepada pihak Polresta Palembang, usut tuntas kasus ini pak,"harapnya.

Sedangkan, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui Kanit PPA, Ipda Hasa, membenarkan adanya keluarga korban Wiko, siswa taruna Indonesia yang juga mendatangi pengaduan Polresta Palembang," Laporan sudah kita terima secara lisan, dan akan kita tindaklanjuti," katanya. (diw).

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved