Berita Palembang

Jelang Lebaran Idul Fitri, Penjualan Kerupuk dan Kemplang Meningkat hingga Puncak H-2

Memasuki H-5 idul Fitri 2019 1 Syawal 1440 H, produsen kerupuk dan kemplang di kota Palembang sudah mulai kewalahan

Editor: pairat
Tribun Sumsel.com/Shinta Anggraini
Aktivitas pembeli dan penjual di toko kerupuk dan kemplang Mangdin 679 di Jalan H Faqih Usman No. 2581, 2 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Jumat (31/5/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Kerupuk dan kemplang merupakan salah satu penganan yang wajib ada saat momen idul Fitri bagi masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel).

Biasanya nyaris di setiap rumah, makanan yang terbuat dari bahan dasar ikan tersebut pasti akan tersedia menemani berbagai makanan lain khas hari lebaran.

Memasuki H-5 idul Fitri 2019 1 Syawal 1440 H, produsen kerupuk dan kemplang di kota Palembang sudah mulai kewalahan memenuhi permintaan yang semakin meningkat.

Seperti yang terjadi di salah satu produsen kerupuk kemplang Mangdin 679 yang berada di Jalan H Faqih Usman No. 2581, 2 ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

Di sini, pelonjakan permintaan kerupuk kemplang bahkan sudah terjadi sejak awal bulan Ramadhan dan terus meningkat hingga saat ini.

Kesibukkan pembeli dan penjual di toko kerupuk dan kemplang Mangdin 679  di Jalan H Faqih Usman No. 2581, 2 ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Jumat (31/5/2019)
Kesibukkan pembeli dan penjual di toko kerupuk dan kemplang Mangdin 679 di Jalan H Faqih Usman No. 2581, 2 ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Jumat (31/5/2019) (Tribun Sumsel.com/Shinta Anggraini)

Bantah Lakukan Operasi Transgender, Foto Masa Lalu Lucinta Luna Tersebar ke Publik, Padahal Ganteng!

Ini Tips Mudik Lebaran Agar Perjalanan Asik dan Kantong Aman Jelang Hari Raya Idul Fitri 2019

"Sampai H-5 lebaran, permintaan kami sudah meningkat lebih dari 70 persen,"ujar Owner Mang Din, Agus pada Tribunsumsel.com, Jumat (31/5/2019).

Lanjutnya, kenaikan itu akan terus berlangsung hingga puncaknya pada H-2 Idul Fitri.

Dimana, 90 persen permintaan kerupuk dan kemplang masih didominasi oleh pembeli di wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.

Sedangkan sisanya dari luar kota hampir di seluruh wilayah di Indonesia.

"Untuk harga, kami jualnya berbagai macam yang disesuaikan dengan jenisnya. Dari harga yang paling murah Rp28 ribu sampai Rp65-Rp70 ribu per kilogram,"jelasnya.

Meskipun mengalami kenaikan, namun omzet tahun ini lebih menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Agus, hal ini dikarenakan daya beli masyarakat yang mulai menurun setiap tahunya.

"Beda sama tahun yang dulu-dulu, kan kalau dulu pembeli seperti tidak sungkan untuk mengeluarkan uangnya saat belanja. Tapi kalau sekarang seperti banyak yang dipikirkan, jadi mereka lebih memilih untuk mengerem apa yang dibelinya. Ya, imbasnya ke kita sebagai pedagang,"katanya.

Tak hanya itu, permasalahan lain yang harus dihadapi produsen kerupuk kemplang adalah faktor cuaca yang tidak menentu.

Termasuk saat bulan Ramadhan saat ini. Meskipun cenderung matahari bersinar terik, namun beberapa hari belakangan ini sering terjadi hujan turun secara tiba-tiba.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved