Piala Sudirman 2019

Kisah Heroik Indonesia pada Piala Sudirman 1989

Selain memanfaatkan kondisi lawan yang tidak baik, Susy Susanti juga sama sekali tidak memberikan lawan kesempatan untuk mendapatkan angka.

Kisah Heroik Indonesia pada Piala Sudirman 1989
(DJARUM BADMINTON)
Trofi Piala Sudirman yang diperebutkan pada kejuaraan beregu campuran antar negara, Piala Sudirman 2017, di Gold Coast, Australia, 21-28 Mei. 

SRIPOKU.COM - Indonesia akan kembali mengikuti kejuaraan beregu campuran dunia Piala Sudirman 2019 di Nanning, China, 19-26 Mei mendatang.

Ini menjadi kali ke-16 Indonesia mengikuti kejuaraan beregu campuran dunia tersebut. Selama 15 penyelenggaraan sebelumnya, Indonesia hanya mampu satu kali menjadi juara Piala Sudirman, yakni pada edisi 1989.

Pada Piala Sudirman 1989, Indonesia tergabung di Grup 1A bersama Korea Selatan dan Inggris.

Pada babak penyisihan grup, Indonesia memenangi kedua pertandingan kontra Korea Selatan dan Inggris. Indonesia menang 5-0 atas Inggris dan 4-1 atas Korea Selatan.

Indonesia melaju ke babak final setelah menang telak atas Denmark 5-0. Pertandingan final antara Indonesia dengan Korea Selatan menjadi catatan manis untuk Indonesia.

Pasalnya, Indonesia sudah kehilangan dua poin pertama dari nomor ganda putra dan ganda putri.

Pasangan ganda putra Eddy Hartono/Rudy Gunawan kalah 9-15, 15-8, 13-15 dan membuat Korea Selatan unggul 1-0 atas Indonesia.

Di nomor ganda putri, Verawaty Fajrin/Yanti Kusmiati juga kalah dua gim langsung 12-15, 6-15 dari Hwang Hye Young/Chung So Young. Korea Selatan unggul 2-0 dari Indonesia.

Langkah Korea Selatan untuk menjadi juara pertama Piala Sudirman harus tertahan ketika Susy Susanti mampu membalikkan keadaan.

Pertandingan tunggal putri tersebut menjadi titik balik kemenangan Indonesia.

Halaman
123
Editor: Adrian Yunus
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved