Untuk Mudik Lebaran Kayuagung-Terbanggi Oke, Sepanjang 170 Km

Untuk mempersiapkan kelancaran arus mudik Idul Fitri, Dishub, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan survai kesiapan jalan tol. Tak terkecuali

Untuk Mudik Lebaran Kayuagung-Terbanggi Oke, Sepanjang 170 Km
Humas Pemkab OKI
Ilustrasi - Proses pembangunan Jalan Tol Kayuagung Lampung proyek Tol Trans Sumatera untuk ruas Bakauheni-Kayuagung- Palembang sudah menunjukan perkembangan. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Untuk mempersiapkan kelancaran arus mudik Idul Fitri, Dinas Perhubungan (Dishub), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan survai kesiapan jalan tol. Tak terkecuali ruas tol Kayuagung-Palembang, yang sekarang pengerjaannya terus dikebut. Hasilnya, untuk ruas Kayuagung-Terbanggi Besar fungsional. Sedangkan ruas Palembang-Kayuagung masih perlu dikaji.

Pasca Dibukanya Tol Terbanggi, Jalintim Sumatera Mulai Lengang

Pekerja Tol Kayuagung-Pematang Panggang Cemas. Sering Diancam dan Material Dicuri

Terkait kesiapan tol Palembang-Lampung, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Jika tol sudah siap secara fungsional, maka dipastikan para pemudik sudah dapat melalui tol Palembang-Lampung pada arus mudik tahun ini.

"Kita akan cek dulu, jika memang sudah bisa difungsionalkan maka pemudik sudah bisa menggunakan tol secara gratis," ungkap Budi.

Kepala Dinas Perhubungan OKI, Antonio Ramadhon, SSos, MM Jumat (10/5) menjelaskan, surve akses jalan tol ini mulai dari jalur Kayuagung-Sepucuk-Sungai Sodong sampai ke Terbanggi Besar lanjut ke Lampung.

"Hasil survai kita kalau jalan tol dari Terbanggi Besar-Kayuagung statusnya fungsional. Yang dimaksud dengan fungsional adalah belum seluruh jalur jalan tol mulus, tetapi sudah bisa dilewati," katanya.

Ada beberapa titik jalur yang masih belum sempurna, seperti di 164, 165, 166 dan 167. Jarak jalan yang belum benar-benar tol sekitar lebih kurang 3 kilometer. Saat uji coba yang dilakukan menggunakan kendaraan roda empat double cabin, jarak tempuh dari Kayuagung sampai Sungai Sodong hanya sekitar 1,5 jam atau 90 menit.

"Berangkat pukul 11:00 sampai sekitar 12:30. Kecepatan berkendara sekitar 80/100 KM perjam. Nantinya saat arus mudik lebaran kita akan menyiapkan lima pos pantau. Mulai dari daerah Kayuagung, Teluk Gelam, Tugumulyo, Pematangpanggang dan Sepucuk," katanya. Disamping itu ia menjelaskan setelah unit II Lampung, kata Antonio, dari Bakauheni, Terbanggi Besar dan Mandala statusnya operasional. Artinya sudah sepenuhnya bisa dilintasi dan sudah dikenakan tarif tol.

Sementara saat ditanya mengenai jalur tol Kayuagung-Palembang, dia menjelaskan hasil surva belum bisa dilintasi sepenuhnya, karena masih ada yang kondisinya tanah merah.

"Ini juga sudah kita bahas saat rapat dengan pihak provinsi. Kalau menggunakan kendaraan roda empat double cabin memang tidak masalah. Tapi pemudikan kebanyakan tidak menggunakan kendaraan jenis itu, melainkan kebanyakan menggunakan jenis sedan dan minibus," katanya, yang dikhawatirkan kalau kondisi hujan kalau jalur itu dipaksakan untuk dilintasi dapat berdampak pada pengendara atau pemudik itu sendiri. "Setelah survei yang mereka lakukan, hasilnya akan disampaikan kepada Bapak Bupati OKI," katanya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengimbau kepada masyarakat Indonesia Sumsel khususnya jangan menggunakan sepeda motor untuk mudik ke kampung halaman pada arus mudik lebaran tahun 2019.

Diakui Budi, mudik menggunakan sepeda motor pada umumnya sangat disukai oleh masyarakat. Lebih cepat sampai dan simpel menjadi alasan masyarakat mudik menggunakan kendaraan roda dua tersebut.

"Orang kita ini kebanyakan senang mudik pakai motor, tapi saya imbau jangan karena berbahaya," ujar Budi usai meninjau LRT di stasiun Ampera Palembang, Jumat (10/5).

Menurutnya, mudik menggunakan motor memang menyenangkan dan lebih cepat sampai ke kampung halaman. Akan tetapi, resiko yang didapatkan oleh pemudik akan lebih berbahaya. Maka itu, Mentri asal Palembang ini menyarankan kepada pemudik lebih baik menggunakan angkutan mudik gratis yang telah disiapkan oleh pemerintah seperti bus, kapal dan kereta api. "Lebih baik janganlah mudik pakai motor, kan banyak fasilitas mudik gratis yang disiapkan pemerintah," tegasnya. (rws/oca/ust)

===

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved