Berita PALI

Perbaikan Jalan Simpang Raja PALI Dianggap tak Serius, Warga Desak PT MHP Selesaikan 80 Persen

alan poros Simpang Raja menuju Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI saat kondisinya semakin memprihatinkan

Perbaikan Jalan Simpang Raja PALI Dianggap tak Serius, Warga Desak PT MHP Selesaikan 80 Persen
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Jalan poros Simpang Raja menuju Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI (Panukal Abab Lematang Ilir) saat kondisinya semakin memprihatinkan, Sabtu (11/5/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI-- Jalan poros Simpang Raja menuju Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI (Panukal Abab Lematang Ilir) saat kondisinya semakin memprihatinkan, Sabtu (11/5/2019).

Jalan yang menjadi rute mobilisasi angkutan logging milik PT Musi Hutan Persada (MHP) ini memang sudah tidak nampak lagi kubangan lumpur karena memasuki musim kemarau.

Meski tak lagi berlumpur, tetapi kini berganti debu tebal yang menyesakan pernafasan, terlebih saat pengguna jalan berlintasan dengan armada pengangkut kayu.

Armada pengangkut kayu saat melintas Jalan Poros Simpang Raja menuju Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi
Kabupaten PALI.
Armada pengangkut kayu saat melintas Jalan Poros Simpang Raja menuju Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. (SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA)

Kondisi ini lantaran, aktivitas angkutan kayu cukup padat hingga menyebabkan jalan sepanjang hampir 2,5 KM yang telah mulus dicor beton Pemerintah Kabupaten PALI ini hancur lebur dan cor beton dibangun dari uang rakyat itu kini lebih 80 persen rusak berat.

"Kalau serius, pasti pihak PT MHP mengebut pekerjaan itu. Kami setiap hari melintas dijalan itu, tetapi pekerja perbaikan jalan jumlahnya sedikit dan memulai kerja sudah tengah hari," ungkap Edi, salah seorang warga pengguna jalan asal Kecamatan Tanah Abang, Sabtu.

Menurut dia, meski sudah lebih dari dua bulan pengerjaan, namun hanya beberapa titik yang terlihat diselesaikan.

"Imbasnya, warga yang menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua harus bersusah payah apabila ingin menembus jalan yang sudah rusak parah ini," jas dia.

Sementara, Maman petani karet setempat mengaku sebelum jalan ini hancur, dirinya bisa kurang dari setengah jam membawa getah karet menuju Pasar Simpang Raja menggunakan sepeda motor.

"Namun saat ini lebih satu jam membawa getah, karena jalannya rusak parah, apalagi saat hujan. Belum lagi, jika musim kemarau debu tebal harus kami hirup apabila berlintasan angkutan kayu," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved