Puluhan Miliar Investasi Mubazir; Proyek Kota Terbengkalai, Tak Termanfaatkan Maksimal

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir berbagai kegiatan program pembangunan terus digalakkan Pemkot Palembang, baik fisik maupun nonfisik. Secara fisik

Puluhan Miliar Investasi Mubazir; Proyek Kota Terbengkalai, Tak Termanfaatkan Maksimal
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Ilustrasi - Kondisi bungalow dan fasilitasnya yang semakin terbengkalai yang berlokasi di Pulau Kemaro Palembang, Minggu (13/8/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir berbagai kegiatan program pembangunan terus digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, baik fisik maupun nonfisik. Secara fisik cukup banyak yang sudah tampak hasilnya, di antaranya pembangunan pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Kampung Arab, Kampung Kapitan, taman, Pedesterian, Pasar Kuliner, dan lainnya.

Demi Arus Mudik, Pemkab Lahat akan Perbaiki Underpass Proyek Pusat yang Ada di Desa Manggul

Pengerjaan Proyek Jembatan Musi VI Palembang Dihentikan, Kontruksi Capai 68 Persen

Namun dari sekian banyak proyek pembangunan itu, ada beberapa yang hingga kini terkesan mubazir. Karena setelah dibangun dengan dana miliaran, namun tak termanfaatkan dengan baik. Bahkan ada yang terkeksan terbengkelai.

Berdasarkan observasi Sripo, paling tidak ada empat program pembangunan di Kota Palembang yang tak termanfaatkan, yakni pembangunan Bungalow di Pulau Kemarau, Taman Kupu-kupu di Gandus, Skate Park di bawah Jembatan Ampera, dan Taman Wisata Agro di Gandus. Padahal, dana pembangunan keempat proyek fisik itu relatif cukup besar, mulai dari ratusan juta hingga puluhan miliar.

Menurut catatan Sripo, pembangunan Bungalow di Pulau Kemarau tahun 2014 sebesar Rp 3,74 miliar dari APBD Pemkot di era Walikota almarhum H Romi Herton. Lalu taman kupu-kupu di Gandus dibangun 2012, menelan dana Rp 400 juta di era Walikota Eddy Santana Putra. Skate Park yang berasal dari dana CSR PDAM Tirta Musi sebesar Rp 2-3 miliar di tahun 2017-2018. Dan terakhir proyek agro wisata di Gandus seluas 120 hektare, yang dana pembebasannya saja sekitar Rp 10 miliar. Itu termasuk lahan yang sudah dimiliki Pemkot sebelumnya 40 Ha.

Bungalow
Pantauan Sripo dua pekan terakhir, sejumlah unit bungalow di Pulau Kemaro masih tampak berdiri kokoh. Sekilas tak ada yang berubah dari tempat tersebut terhitung sejak rampung pembangunannya pada Desember 2014 lalu. Meskipun bangunan bungalow milik Pemkot ini dijaga dan dirawat, namun kondisinya makin terbengkalai dan hingga kini bangunan yang menawarkan keindahan Sungai Musi itu belum jelas peruntukannya.

Secara fisiknya masih tampak tertata rapi dan megah. walaupun di sana sini sudah ada yang rusak. Namun dilihat suasananya, area bungalow sepi tak berpenghuni, sehingga terkesan terbengkalai dan tak termanfaatkan.

Dari segi fisik bangunan, bunglow masih cukup terawat, dengan biaya perawatan instansi terkait. Mulai dari masuk area bungalow setelah menepi di dermaga, jalan menuju bungalow yang dibangun cor tiang beton ini masih kokoh. Hanya saja, beberapa perlengkapan seperti tempat tidur, kursi dan lain-lain mengalami kerusakan ringan. Sementara untuk lampu teras juga ada beberapa buah yang hilang.

Setiap unit bungalow yang anggaran pembangunan senilai ratusan juta per unit, kondisinya bersih dan belum ada kerusakan setiap unit bungalow. Suasana area sekitar pun semakin semrawut. Bahkan tangga besi menuju ke area taman bungalow, dipenuhi enceng gondok.

Dengan kondisi tersebut, bungalow tampak sepi pengunjung yang datang, hanya tampak beberapa orang pengurus bungalow tanpa wara-wiri melakukan aktifitasnya. "Sayang sekali proyek mahal seperti ini dibiarkan terbengkalai, padahal bangunannya bagus dan tempat keren," ujar Madon, salah seorang pengunjung Pulau Kemaro.

Senada, Yuda pengunjung lainnya, mengaku bungalow di Pulau Kemaro sebenarnya destinasi wisata yang sangat bagus. Berada jauh dari keramaian, serta pemandangan indah dari Sungai Musi membuat tempat tersebut menawarkan sensasi wisata alam berbeda dari lainnya. "Tapi sayangnya akses ke sini masih sulit, selain itu fasilitas di Bungalow juga belum lengkap," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved