News Video Sripo

Video Macet Parah Saat Ramadan, Jalur Pasar Dempo Permai Pagaralam Direkayasa Ulang

Jalur di kawasan Pasar Dempo Permai Kota Pagaralam merupakan jalur ramai saat siang sampai sore hari.

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM-- Jalur di kawasan Pasar Dempo Permai Kota Pagaralam merupakan jalur ramai saat siang sampai sore hari.

Bahkan jalur akan macet saat sore hari terutama di kawasan persimpangan Jalan Trip Yunus.

Kondisi ini disebabkan banyaknya kendaraan yang keluar masuk pasar.

Bahkan kondisi tersebut diperparah banyaknya pedagang yang menggelar lapak di tengah jalan.

Tidak hanya itu motor tukang ojek yang parkir sembarangan juga menjadi faktor seringnya macet kawasan tersebut.

Pantauan Sripoku.com, Selasa (7/5/2019) menyebutkan, untuk mengurai kemacetan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pagaralam mulai mensosialisasikan pengalihan jalur dengan rekayasa jalur di kawasan Pasar Dempo Permai tersebut.

Plt Kepala Dishub Kota Pagaralam, Nopi Hendri mengatakan, pihaknya semgaja melakukan perubahan jalur dikawasan Pasar Dempo Permai. Hal ini untuk mengurai bebetapa titik kemacetan.

"Kita sengaja merubah jalur lalulintas dikawasan Pasar Dempo Permai. Pasalnya saat ini ada beberapa titik yang selalu macet saat jam sibuk," ujarnya.

Dijelaskan Nopi, saat ini dikawasan Pasar Dempo Permai hanya diberlakukan jalur lalulintas kendaraan satu jalur. Mulai dari Masjid Agung sampai ke Simpang Tebat Baru hanya boleh satu arah saja. Sedangkan dari Toko Linda menuju jalan Trip Yunus juga hanya satu jalur saja.

"Simpang Empat Trip Yunus ini kita sterilkan dari pedagang kaki lima. Untuk pangkalam ojek sudah kita tetapkan lokasinya agar tidak parkir sembanangan," jelasnya.

Rekayasa jalur ini mulai disosialisasikan sejak Selasa (7/5/2019) sampai Sabtu (11/5/2019). Setelah masa sosialisasi selesai maka bagi pengendara yang melanggar maka akan kena sangsi tilang oleh pihak Satlantas Polres Pagaralam.

"Massa sosialisasi ini tidak ada tindakan tegas namun hanya teguran saja. Namun setelah massa sosialisasi usai maka bagi kendaraan yang melanggar akan ditilang," tegasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved