News Video Sripo

Video Gubernur Sumsel Herman Deru Tarawih Perdana di Griya Agung, Himbau Warga Jalin Silaturahmi

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengikuti Shalat Tarawih perdana, di Griya Agung Palembang

SRIPOKU.COM,PALEMBANG -- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengikuti Shalat Tarawih perdana, di Griya Agung Palembang, Minggu (05/05) malam. Pelaksanaan Tarawih perdana ini juga memulai rangkaian Safari Ramadhan, yang akan digelar selama bulan suci umat Islam tersebut.

Shalat Tarawih perdana itu diikuti oleh Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain adinegara, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan dan unsur Muspida lainnya.

Ada pula dari unsur-unsur agama seperti Ketua FKUB Sumsel KH. Ma'lan Abdullah, Ketua MUI Sumsel Aflatun Muchtar, ulama dan lain-lain.

Di hadapan ribuan jemaah yang memadati Griya Agung, Herman Deru menegaskan kepada seluruh pegawai daerah untuk terus produktif. Ia tak ingin bulan Ramadhan menjadi alasan untuk tidak produktif, dalam melayani masyarakat.

"Kita tetap harus maksimal memberikan pelayanan. Apalagi ini adalah awal anggaran pasca lelang. Baik yang vertikal maupun PU (Dinas Pekerjaan Umum, red) harus serentak memikirkan jalur-jalur mudik yang akan dilalui oleh para pemudik," ujarnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan jalan tol Lampung sudah mulai mendekati Provinsi Sumsel. Tentu selain itu, pihak terkait di Pemprov Sumsel harus segera membenahi infrastruktur jalan alternatif yang akan dilalui pemudik saat Hari Raya Idul Fitri nanti.

"Jalur-jalur alternatif itu biasanya tanggung jawab Provinsi. Itulah yang harus kencang pengerjaannya," tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta agar tidak hanya Gubernur Sumsel dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah saja yang memikirkan kenaikan harga kebutuhan dapur di pasar. Ia mengajak segenap elemen terkait, untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pangan masyarakat agar tidak mengalami lonjakan, dan membuat masyarakat mengeluh jelang hari Lebaran.

"Kepada pedagang, saya imbau tetap seperti biasa saja. Jangan sampai tergoda dengan gejolak-gejolak yang diisukan jelang Ramadhan dan Lebaran. Seperti pembelian borongan" terangnya.

Dan juga, kepada masyarakat ia mengimbau agar tetap melakukan pembelian bahan makanan seperti biasa. Tidak perlu melakukan pembelian secara besar-besaran, karena takut bahan pangan di pasar langka dan mengalami kenaikan harga.

"Bahan pokok sudah dicek ke lapangan, ke Bulog sudah cukup. Jadi jangan membeli dengan besar karena takut stoknya kurang," katanya.

Terakhir, ia berpesan agar Ramadhan kali ini menjadi wahana untuk memperbaiki diri dari bulan sebelumnya. Ia berharap, agar masyarakat dapat menjadi lebih baik usai menghadapi bulan suci Ramadhan ini.

"Marilah jadikan Ramadhan wahana kita mempertebal keimanan dan mempererat tali silaturahim kita. Paling penting wahana kita memperbaiki diri, apa yang sudah kita lakukan, sedang dilakukan dan yang akan kita lakukan," jelasnya.

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved