Bahaya Kebanyakan Konsumsi Daging

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Tak terkecuali untuk konsumsi daging. Bagi para pecinta daging sebaiknya mulai membatasi protein hew

Bahaya Kebanyakan Konsumsi Daging
Internet
Ilustrasi - Daging merah. 

SRIPOKU.COM - Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Tak terkecuali untuk konsumsi daging. Bagi para pecinta daging sebaiknya mulai membatasi protein hewani ini karena menurut sebuah penelitian ada kaitan antara kematian dini dengan makan daging berlebihan.

Tren gaya hidup sehat membuat banyak orang mulai fokus pada pola makan vegan dan meninggalkan produk hewani.

Begini Cara Konsumsi Daging untuk Menurunkan Risiko Kanker

Video Sumsel Pengimpor Sapi Terbesar Nomor 2 di Indonesia, Masyarakat Sumsel Minim Konsumsi Daging

Walau begitu, pakar nutrisi berpendapat mengonsumsi produk hewani tak selalu buruk bagi kesehatan. Apalagi, ada zat gizi tertentu yang memang hanya bisa didapatkan dalam produk hewani.

Menurut riset yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, risiko tersebut terutama pada orang yang mengonsumsi lebih banyak daging merah, daging olahan atau lebih banyak mengonsumsi protein hewani daripada nabati.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis data dari Kuopio Ischaemic Heart Disease Risk Factor Study, studi yang melacak faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular di antara pria paruh baya di Finlandia timur.

Populasi dari Finlandia Timur dipilih karena merupakan populasi dengan tingkat penyakit jantung tertinggi di Eropa.

Populasi penelitian terdiri dari 2.641 pria Finlandia berusia antara 42 sampai 60 pada peridoe tahun 1984 hingga 1989.

Setelah 20 tahun kemudian, periset menindaklanjuti penelitian dan menemukan 1.225 peserta telah meninggal.

Dari analisis, terungkap peserta yang mengonsumsi tujuh ons atau lebih lebih daging merah atau olahan setiap hari memiliki risiko kematian dini 23 persen lebih tinggi.

Namun, tidak semua protein hewani terkait dengan risiko kematian. Riset menemukan peserta yang mendapatkan protein hewani dari telur, ikan, atau susu dapat terhindar dari risiko kematian dini.

Pria yang makan lebih banyak protein nabati daripada daging cenderung hidup lebih lama. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya tidak apa-apa mengonsumsi daging, hanya saja jangan berlebihan.

Penulis: Ariska Puspita Anggraini
Sumber: Reader's Digest

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Bahaya Kebanyakan Makan Daging

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved