Berburu Promo Bahan Makanan, Supermarket Jadi Alternatif Belanja Jelang Ramadhan

Melambungnya harga bahan pokok di satu hari jelang Ramadan di pasar tradisional membuat banyak warga metropolis berganti haluan menyerbu supermarket

Berburu Promo Bahan Makanan, Supermarket Jadi Alternatif Belanja Jelang Ramadhan
SRIPOKU.COM/MG3
Konsumen mengantre di kasir di supermarket mal di kawasan Jl R. Soekamto, Palembang, Minggu (5/5/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Melambungnya harga bahan pokok di satu hari jelang Ramadan di pasar tradisional membuat banyak warga metropolis berganti haluan menyerbu supermarket di beberapa mall.

Seperti halnya, Nurasiah (45), sengaja membeli beragam kebutuhan makanan untuk stok selama bulan suci di salah supermarket yang ada di mal di kawasan Jl. R Soekamto, Kota Palembang.

"Di supermarket banyak promo yang tidak ada di pasar. Kebetulan tadi pagi sampai siang juga hujan deras jadi pilih ke mal saja," ujarnya, Minggu (5/4/2019).

Selain itu, bagi dia berbelanja di pasar tradisional jelang Ramadan kerap kali harus lebih cepat atau berani membeli meskipun harganya tinggi. Hal itu diungkapkan karena stok barang yang ada sudah terlanjur diborong oleh pembeli sebelumnya.

"Di pasar tradisional harus cekatan kalau enggak ya kehabisan karena rasanya saat ramadan banyak butuh bahan makanan," ujarnya lagi.

Tidak berbeda dengan Nurasiah, Agil (23), pegawai pemerintahan di Palembang, juga lebih memilih berbelanja daging hingga sayuran di supermarket di mal yang berlokasi di Jalan Angkatan 45, Palembang.

Menurutnya, di saat harga bahan makanan mahal di pasar tradisional meroket, harga di supermarket cenderung lebih murah karena sering memberlakukan diskon.

Sidak Jelang Ramadhan, Bupati Martapura Kaget Temukan Sembako Impor

Heboh, Ditemukan Surat Suara Berceceran Di Tepi Jalan Poros Desa Ulak Segelung

Apalagi, bagi dia yang seorang perantauan asal Jawa, naiknya harga menjelang Ramadan mau tidak mau juga akan sedikit mengganggu anggaran keuangan yang sudah direncakan setiap awal bulan.

"Soalnya bisa beli sedikit dan enggak harus per kilo. Supaya hemat saja. Minyak goreng contohnya tadi beli yang seliter Rp 10.490," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved