Kalap Jagonya tak Lolos; Keluarga Caleg Geruduk Bawaslu, Lempari Batu ke Aparat, 11 Aparat Cedera

Sebanyak 11 anggota polisi dan TNI menjadi korban lemparan batu yang dilakukan massa yang tidak bisa masuk ke dalam kantor Bawaslu PALI. Termasuk Kapo

Kalap Jagonya tak Lolos; Keluarga Caleg Geruduk Bawaslu, Lempari Batu ke Aparat, 11 Aparat Cedera
Sriwijaya Post edisi cetak
Sriwijaya Post edisi cetak - Kalap Jagonya tak Lolos; Keluarga Caleg Geruduk Bawaslu, Lempari Batu ke Aparat, 11 Polisi-TNI Cedera. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebanyak 11 anggota polisi dan TNI menjadi korban lemparan batu yang dilakukan massa yang tidak bisa masuk ke dalam kantor Bawaslu PALI. Termasuk Kapolsek Penukal AKP Alfian yang ikut terkena lemparan batu ketika membubarkan massa yang mulai beringas.

Massa ini, merupakan pendukung dari lima caleg berasal dari PALI yang tidak lolos hasil rekap PPK. Lima caleg ini, mengerahkan massa agar meminta untuk dilakukan pemilihan ulang di dua wilayah.

Aliansi Mantab Minta PSU di Kabupaten PALI, Bawaslu PALI Pastikan tak Bisa, Persilahkan PHPU di MK

VIDEO Detik-detik Demo Rusuh di Depan Kantor Bawaslu PALI, Tuntut Pemungutan Suara Ulang

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan bila ada massa yang melakukan pelemparan batu karena tidak bisa masuk ke kantor Bawaslu. Massa tetap memaksa masuk, meski sudah ada perwakilan dari masing-masing caleg yang diterima pihak Bawaslu. "Karena berupaya untuk masuk, sehingga ditahan agar tidak masuk. Karena, sudah ada perwakilan mereka yang diterima. Akan tetapi, tiba-tiba langsung ada pelemparan batu ke arah anggota," ujar Supriadi, Jumat (3/5).

Menurut Supriadi, awalnya massa melakukan unjuk rasa di kantor KPU. Akan tetapi, diarahkan Kapolres Muaraenim untuk ke Bawaslu. Karena, ranah untuk mengadukan kecurangan berada di Bawaslu bukan berada di KPU.

Sehingga, massa berpindah ke kantor Bawaslu. Massa yang datang, akhirnya diterima pihak Bawaslu. Beberapa orang perwakilan, diterima pihak Bawaslu .

Namun, massa yang berada di luar tidak terima dan tetap memaksa untuk masuk. Pihak keamanan yang melihat massa menerobos untuk masuk, langsung melakukan penahanan. Pihak keamanan berupaya untuk mendorong massa agar berada di luar kantor Bawaslu.

Namun, saat itulah aparat dilempari batu. Aparat yang dilempari batu, langsung berupaya memukul mundur massa yang terus berupaya untuk masuk ke dalam kantor Bawaslu.

Dalam aksi ini, sebanyak 25 orang yang merupakan pendukung dari lima caleg diamankan dan dibawa ke Polres Muaraenim. Mereka diamankan dan diperiksa, apakah nanti ada unsur pidana. Bila nanti ada unsur pidana, maka 25 orang ini akan dikenakan proses hukum.

"Anggota Polri dan TNI yang terkena lemparan batu antara lain Kapolsek Penukal AKP Alfian, Ipda Darma, Aiptu Nasran Hadi, Bripka Eriswan, Brigpol Noval, Bripda Roberto, Bripda M Aziz, Bripda Rahman, Bripda Berlin dan Sertu Rudi. Mereka mengalami luka-luka karena dilempari batu. Satu anggota bernama Aiptu Nasran harus dilarikan ke rumah sakit karena luka lemparan batu cukup parah," ujar Supriadi. (ard/cr2)

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved