Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Minta Masyarakat Sumsel Harus Waspada Fintech Ilegal

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi pada acara Fintech Days 2019 di kota Palembang,mengatakan masyarakat, khususnya di wilayah Sumsel harus

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Minta Masyarakat Sumsel Harus Waspada Fintech Ilegal
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Konferensi Pers Fintech Days di Hotel Novotel, Jumat (3/5/2019) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi pada acara Fintech Days 2019 di kota Palembang, Jumat (3/5/2019) mengatakan masyarakat, khususnya di wilayah Sumsel harus mewaspadai tawaran dari fintech ilegal.

Menurutnya, jika fintech terdaftar di OJK tidak akan mencekik serta diberi kewenangan untuk mengakses kontak maupun foto di gawai pintar pengguna layanan fintech.

Aliansi Mantab Minta PSU di Kabupaten PALI, Bawaslu PALI Pastikan tak Bisa, Persilahkan PHPU di MK

Mengenal Audi Kirana Herman, Putri Bungsu Presenter Feni Rose yang Jago Nyanyi dan Punya Hobi Unik

Harga Bawang Putih di Palembang Melambung Tinggi Jelang Ramadan

"Kami selalu mengingatkan agar tidak mudah tergiur dan tetap waspada dengan fintech. Selain itu, kami juga rutin mengeluarkan daftar fintech tidak berizin yang merugikan masyarakat," katanya.

Saat ini, terdapat 113 pinjaman daring yang telah terdaftar atau berizin di OJK yang terdiri dari 107 penyelenggara bisnis konvensional dan 6 penyelenggara bisnis syariah.

Hingga Maret 2019, akumulasi jumlah pinjaman daring sebesar Rp33,2 triliun dengan jumlah outstanding sebesar Rp7,79 triliun.

10 Amalan Penghapus Dosa Kecil & Besar Sesuai Syariat Islam, No 5 Paling Mudah Tapi Sulit Dilakukan!

3 Artis Caleg Ini Gagal ke Senayan DPR RI, Sama Seperti Ahmad Dhani yang Raih 35 Ribu Suara

Telkomsel Hadirkan Kolaborasi Lintas Industri di Gelaran Indonesia International Motor Show 2019

Sementara itu rekening pemberi pinjaman sebanyak 272.548 entitas dan penerima pinjaman 6.961.993 entitas.

Dia menjelaskan, wilayah Sumatra Selatan adalah provinsi di luar Jawa terbesar kedua di industri pinjaman dari dari sisi akumulasi jumlah pinjaman, jumlah pemberi pinjaman, dan jumlah penerima pinjaman.

Akumulasi jumlah pinjaman daring di provinsi ini sebesar Rp429,66 miliar yang ditransaksikan oleh 4.989 entitas pemberi pinjaman dan 116.117 entitas penerima pinjaman.

"Sumsel merupakan daerah yang potensial untuk pasar fintech di Sumatra," jelasnya.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved