Berita Palembang

Tarian Burung Putih Diiringi Musik Tanjidor Asal PALI Mampu Pukau Penonton di Hotel Ciputra Jakarta

Penampilan para pemuda Desa Spantan Jaya Kabupaten PALI ini dengan Seni Tanjidornya, ternyata mampu memukau penonton yang hadir.

Tarian Burung Putih Diiringi Musik Tanjidor Asal PALI Mampu Pukau Penonton di Hotel Ciputra Jakarta
SRIPOKU.COM/HANDOUT
Kesenian Tanjidor Tari Seni Burung khas Kabupaten PALI saat tampil di Hotel Ciputra Jakarta Selatan dalam rangka undangan dari Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya RI. 

Laporan wartawan sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kesenian Tanjidor khas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang berasal dari Desa Spantan Jaya, Kecamatan Penukal untuk pertama kali tampil di Hotel Ciputra Jakarta Selatan.

Kehadiran Seni Tanjidor PALI ini dalam rangka undangan dari Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya pada, Senin (29/4/2019) kemarin.

Penampilan para pemuda Desa Spantan Jaya Kabupaten PALI ini dengan Seni Tanjidornya, ternyata mampu memukau penonton yang hadir, ditambah tarian apik Burung Putih yang menambah penonton semakin terpana.

Kepala Desa (Kades) Spantan Jaya, Alamsri mengatakan, kedatangan tim seni Tanjidor dalam rangka ikuti workshop yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya RI.

"Kegiatan workshop dibuka pada Senin sampai dengan hari Jumat. Alhamdulillah, pada penampilan anak-anak dari PALI, banyak penonton kagum dan banyak bertanya letak wilayah PALI dimana, karena penonton baru kali pertama menyaksikan tari Burung Putih ini," ungkap Alamsri, Rabu (1/5/2019).

Dua Pemain Narkoba di Lahat Ditangkap Polisi Berkat Informasi Masyarakat

May Day: Buruh Bersatu Muaraenim Ajukan Empat Sikap Pernyataan Kepada Ahmad Yani, Bupati Muaraenim

May Day, Aksi Damai Buruh di Muba Minta Pengawasan Terhadap Perusahaan

Terpisah, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten PALI, Aka Cholik Darlin memberikan apresiasi terhadap pelaku seni asal Desa Spantan Jaya yang telah mengenalkan budaya PALI di kancah nasional.

"Ini berkat peran Bupati PALI yang serius mengembangkan budaya khas PALI. Karena mengenalkan suatu daerah salahsatunya melalui kesenian," katanya.

Kedepannya, Aka Cholik berharap pemerintah bisa memberikan bantuan berupa fasilitas atau alat kesenian yang diperlukan.

"Menganggarkan untuk setiap kesenian yang dikelola beberapa sanggar seni agar lebih berkembang lagi dan memelihara serta menggali kembali budaya atau seni yang menjadi ciri khas daerah ini supaya PALI mempunyai jati diri kesenian yang benar-benar tidak dimiliki daerah lain," jelasnya.(cr2)

===

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved