Bersinergi Dengan Pemprov Sumsel, BI Resmikan Rumah Kopi Sebagai Wadah Pemasaran Kopi Sumsel

Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan pemerintah provinsi Sumsel melakukan peresmian (grand opening) Rumah Kopi (RKO) Sumsel sekaligus Virtual Office

Bersinergi Dengan Pemprov Sumsel, BI Resmikan Rumah Kopi Sebagai Wadah Pemasaran Kopi Sumsel
SRIPOKU.COM/MG3
Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan pemerintah provinsi Sumsel melakukan peresmian (grand opening) Rumah Kopi (RKO) Sumsel sekaligus Virtual Office Kantor Bersama Ekspor, Sabtu (27/04). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan pemerintah provinsi Sumsel
melakukan peresmian (grand opening) Rumah Kopi (RKO) Sumsel sekaligus Virtual Office Kantor Bersama Ekspor, Sabtu (27/04).

Kepala Perwakilan Kantor BI Sumsel, Yunita Resmi Sari mengatakan RKO merupakan salah satu bentuk program pengembangan ekonomi dan UMKM yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel terhadap komoditas unggulan daerah kopi, dimana Provinsi Sumsel termasuk salah satu provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia.

"RKO juga merupakan bentuk sinergi bauran kebjakan Bank Indonesia dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk mengelola defisit transaksi berjalan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Yunita.

Dia menjelaskan, saat ini pengelolaan Rumah Kopi Sumsel dilakukan oleh UMKM binaan Bank Indonesia, yaitu pada bagian input atau supply kopi dilakukan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari lima kota dan kabupaten penghasil kopi di Sumsel, antara lain Pagaralam, Lahat, Muara Enirn, Empat Lawang, dan oKU Selatan.

Sementara itu, pada bagian pemasaran dilakukan oleh WUBI  (Wirausaha Unggulan Bank Indonesia) sebagai barista di Rumah Kopi Sumsel.

Bank Sentral pun telah menjajaki kerjasama dengan Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi indonesia (AEK) terkait budidaya (on farm) kopi agar menghasilkan biji kopi yang berkualitas, serta fasilitasi ekspor kopi Sumsel.

Tujuan kerja sama tersebut juga agar pemasaran kopi tidak hanya pada local buyer namun juga international buyer.

"Ke depannya akan dilakukan pembinaan dan pendampingan kepada para petani kopi, khususnya yang mempunyai potensi ekspor," jelas dia.

Inilah 5 Alasan Mengapa Anda Harus Mulai Bisnis Sebelum Usia 30 Tahun

Berlokasi Di Plaza Benteng Kuto Besak , Bank Indonesia Dan Pemprov Sumsel Resmikan Rumah Kopi

Selain itu, Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) juga telah menjalin kerjasama dengan coffee shop di Singapura, yaitu untuk pemenuhan permintaan biji kopi di beberapa coffee shop di sana.

"Diharapkan RKO ini dapat menjadi akses pembuka perdagangan kopi serta tempat pemasaran produk kopi Sumsel. Tidak hanya itu, ini juga bisa menjadi rujukan bagi petani untuk menghasilkan kopi premium, serta menjadi menjadi sarana branding Sumsel dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," terang Yunita.

Sementara untuk Kantor Bersama Ekspor, Yunita menambahkan, kantor ini merupakan pilot project di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel atas arahan DUPK (Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen) Kantor Pusat Bank Indonesia, bekerjasama dengan Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Sumbagtim dan LPEl, bertujuan untuk mendorong UMKM yang memiliki potensi ekspor untuk merealisasikan ekspor.

Jalin Mou Bersama Pemkot , Pagaralam Siap Kembangkan Kembali Komoditi Kopi

Dia menyebutkan, dalam melakukan ekspor, selama ini terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh pelaku
usaha antara lain berupa keterbatasan kemampuan pemasaran dan pengetahuan tentang pasar
internasional, kesulitan memenuhi kualitas dan kuantitas permintaan pasar internasional, keterbatasan pengetahuan prosedur dan dokumen ekspor, keterbatasan permodalan, dan keterbatasan sumber daya manusia.

Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan upaya bersama dan sinergi untuk mendorong pelaku usaha agar dapat mengakses pasar ekspor. Sinergi ini dibutuhkan untuk menyediakan informasi pasar dan informasi lain yang dibutuhkan dalam kegiatan ekspor

"Nantinya diharapkan Virtual Office Kantor Bersama Eksor dapat memfasilitasi adanya konsultasi, komunikasi, dan mempermudah proses ekspor di Sumsel." ujar Yunita.(mg3)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved