Meningkatkan Kesadaran Spiritual

Dalam sebuah sabda, standar keberuntungan seseorang di "mata" Tuhan diukur dari seberapa jauh peningkatan kualitas kebaikan

Meningkatkan Kesadaran Spiritual
ist
H. John Supriyanto, MA

Meningkatkan Kesadaran Spiritual
Oleh : H. John Supriyanto, MA
Penulis adalah dosen Ilmu Al Qur'an dan Tafsir UIN Raden Fatah dan Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur'an Al-Lathifiyyah Palembang

Dalam sebuah sabda diungkap bahwa standar keberuntungan seseorang di "mata" Tuhan diukur dari seberapa jauh penigkatan kualitas kebaikan seiring perjalanan waktu.

Artinya, ia dinilai beruntung (rabih) jika dari waktu ke waktu semakin meningkat keshalihannya.

Dalam kondisi yang sama semakin berkurang keburukan-keburukannya.\

Menurut agama, seseorang yang keadaan spiritualnya semakin memburuk dari sebelumnya tidak hanya disebut rugi (khasir), namun bahkan dilabel "mal'un" (terlaknat).

Oleh karena itu, seorang pengabdi Tuhan yang sejati adalah ia yang selalu berupaya memperbaiki
kualitas dirinya sepanjang waktu.

Di antara standar peningkatan kualitas kesadaran spiritual adalah meningkatnya rasa (zauq) dalam merespon pesan-pesan keberagamaan.

Rasa tersebut antara lain terefleksi dalam tiga sikap, yakni kemurnian tujuan (ikhlash), keriangan bathin saat menerima anugerah Tuhan (syukur) dan kelapangan jiwa ketika berhadapan dengan perkara-perkara yang mungkin sangat menyakitkan (shabr).

"Al-Ikhlash ruh al-'amal" (ikhlas adalah ruhnya amal), demikian disebut dalam sebuah hadits. Dengan kata lain, setiap amal yang tanpa kemurnian maksud ibarat sebuah sosok yang tanpa ruh.

Hampa, mati dan tanpa n ilai. Sesuai makna kebahasaannya, ikhlas adalah kemurnian tujuan dalam melakukan sesuatu.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved