Tekan Harga Jelang Ramadan, Langsung Gelontorkan 30 Ton Bawang

Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel tak tinggal diam menyikapi terus naiknya harga bawang, baik bawang merah maupun bawang putih jelang puasa Ramadan. M

Tekan Harga Jelang Ramadan, Langsung Gelontorkan 30 Ton Bawang
Sriwijaya Post edisi cetak
Langsung Gelontorkan 30 Ton Bawang, OP Bawang Lima Pasar, Tekan Harga Jelan Ramadan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel tak tinggal diam menyikapi terus naiknya harga bawang, baik bawang merah maupun bawang putih jelang puasa Ramadan. Mereka bersiap melakukan Operasi Pasar (OP) pada lima pasar tradisional dengan mengelontorkan hingga 30 ton bawang.

Kaget Harga Bawang Melejit, Lama-Lama Kami Bisa Bangkrut

Berita OKU Selatan: Harga Bawang Merah dan Bawang Putih di Meroket

Adapun jenis bawang itu adalah bawang putih, karena konsumsinya lebih besar dan stok memang sedang banyak. Upaya itu dilakukan juga untuk menekan melambungnya sejumlah kebutuhan rumah tangga, khususnya bawang putih yang beberapa waktu terakhir melonjak tajam.

"30 ton bawang putih sudah kita siapkan, OPM sengaja kita gelar untuk menurunkan harga bawang putih yang melonjak tajam akhir-akhir ini,"ujar Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Yustianus, Rabu (24/4).

Seperti diketahui harga bawang putih saat ini melambung hingga dua kali lipat mencapai Rp 52 ribu per kilogram dari harga sebelumnya hanya Rp 25 ribu per kilogram. Maka itu, Dinas Perdagangan Sumsel bakal menggelar operasi pasar di sejumlah pasar tradisional seperti di Pasar Palimo, Pasar Lemabang, Pasar 16 Ilir, dan Pasar Cinde.

"Semoga dengan adanya operasi pasar ini harga bawang putih dapat kembali normal, apalagi tak lama lagi kita akan menghadapi bulan Ramadhan," harapnya.

Sementara itu, Perum Bulog Divre Sumsel dan Babel memastikan harga beras tak akan mengalami kenaikan dan tetap stabil seperti hari biasanya.

Kepala Perum Bulog Divre Sumsel dan Babel, M Yusuf Salahuddin mengatakan, stok beras yang ada di gudang saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tujuh bulan kedepan. Bahkan Perum Bulog memastikan jika stok beras yang ada saat ini aman untuk menghadapi bulan suci Ramadan.

"Stok beras yang ada digudang cukup sampai tujuh bulan ke depan. Artinya pada saat Ramadan pasokan beras kita masih relatif aman," ujarnya. Selain itu, pihaknya memastikan tak akan ada kenaikan harga sembako khususnya beras jelang bulan puasa. Untuk menyiasati oknum nakal sering menaikkan harga barang, Bulog bersama Dinas Perdagangan Sumsel pun telah melakukan operasi pasar. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved