PT Bukit Asam Tbk Gelontorkan Dividen Rp3,7 Triliun, 75 Persen dari Laba bersih Rp5,02 triliun

PT Bukit Asam Tbk menggelontorkan Rp3,7 triliun dividen untuk para pemegang saham. Jumlah tersebut 75% dari laba bersih Rp5,02 triliun.

PT Bukit Asam Tbk Gelontorkan Dividen Rp3,7 Triliun, 75 Persen dari Laba bersih Rp5,02 triliun
SRIPOKU.COM/RUSTAM IMRON
Dirut PT Bukit Asam Arviyan Arifin bersama para direksi saat menggelar jumpa pers di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (25/4/2019) 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk menggelontorkan Rp3,7 triliun dividen untuk para pemegang saham. Jumlah tersebut 75% dari laba bersih Rp5,02 triliun.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS) Kamis (25-04-2019) di Hotel Borobudur Jakarta, Direktur Utama PT BA, Arviyan Arifin, mengemukakan peningkatan kinerja berhasil ditunjukkan oleh Perseroan, baik dari sisi operasional maupun keuangan di tengah kondisi ekonomi yang penuh dengan tantangan.

Pencapaian-pencapaian yang berhasil diraih yaitu laba bersih menembus angka Rp 5,02 triliun akibat kenaikan pendapatan usaha dari penjualan ekspor hingga lebih dari Rp 2,44 triliun, serta efisiensi berkelanjutan yang berhasil dilakukan oleh Perseroan.

Petinggi Apple Beberkan Ketrampilan yang Wajib Dimiliki Anak Muda Saat ini

Sabtu (27/4/2019), KPU Kota Palembang Bakal Gelar Pemungutan Suara Lanjutan di 28 TPS Kecamatan IT 2

Dijaga Ketat ‎Personel Kepolisian, Begini Kondisi Kantor KPU Sumsel Pasca Diterpa Isu Hoax Kebakaran

Laba bersih tersebut tidak hanya lebih tinggi dari laba bersih tahun 2017 dan target laba bersih tahun 2018 yang ditetapkan oleh Perseroan, namun juga menjadi laba bersih tertinggi yang berhasil diraih sejak Perseroan beroperasi.

Cash and equivalent per 31 Desember 2018 tercatat Rp 6,30 Triliun atau meningkat 77% dibandingkan per 31 Desember 2017.

Dengan cash ratio atau cash and equivalent terhadap liabilitas jangka pendek per 31 Desember 2018 mencapai 128%, jauh lebih tinggi daripada cash ratio per 31 Desember 2017 yang hanya 79%.

Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan terhadap likuiditas Perseroan dan kemampuannya dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.

Cara Hilangkan Status Sedang Mengetik di WhatsApp, hingga Pantau Lokasi Pasangan Selama 24 Jam!

Video Pemusnahan 107.001 Surat Suara Salah Cetak di Banyuasin, KPU Siapkan Pemilihan Suara Susulan

Jangan Minum Teh Saat Perut Kosong, Ini Dampak Buruknya Bagi Tubuhmu

Sementara itu untuk kinerja operasional selama tahun 2018, produksi mengalami kenaikan signifikan yaitu lebih dari 2,12 juta ton dan penjualan ekspor meningkat lebih dari 1,54 juta ton dengan angkutan batubara via Kereta Api naik lebih dari 1,32 juta ton dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi manajemen dalam mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara seperti India, Korea Selatan, Hong Kong dan Thailand, ditengah pembatasan impor yang dilakukan oleh China selaku pangsa pasar ekspor terbesar.

Serta tentunya didukung oleh keberhasilan dari strategi optimasi penjualan ekspor batu bara medium to high calorie kepremium market dengan tonase yang mencapai 2 kali lipat lebih dari tonase tahun sebelumnya.

Cerita Tukang Antar Galon Air Jadi Anggota Dewan Wakil Rakyat, Awalnya Sempat Diremehkan

BREAKING NEWS : Gaji Belum Dibayar, Mantan Pemain Sriwijaya FC Ajukan Gugatan ke PN Palembang

Digugat ke Pengadilan Soal Gaji Pemain Belum Dibayar, Begini Tanggapan Presiden Sriwijaya FC AFS

Pendapatan usaha Perseroan tercatat sebesar Rp 21 , 17 triliun yang terdiri atas pendapatan dari penjualan batubara domestik sebesar 49%, penjualan batubara ekspor sebesar 48% dan selebilmya yaitu 3% diperoleh dari aktivitas usaha lainnya, seperti penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa.

Selain dipengaruhi oleh volume, peningkatan pendapatan usaha juga dipengaruhi oleh harga jual rata-rata batubara FY2018 yang mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar 3% atau naik dari Rp 808.690/ton menjadi Rp 834.558/ton.

Kenaikan tersebut akibat kenaikan harga rata-rata batu bara Newcastle selama tahun 2018 yang cukup signifikan yaitu sebesar 21 %, serta kenaikan rata-rata Harga Batubara Acuan (HBA) sebesar 15%, masing-masing dibandingkan harga rata-rata selama tahun 2017.

Peningkatan pendapatan usaha yang berhasil diperoleh di tahun 2018 serta upaya efisiensi biaya yang berkelanjutan, mampu mencatatkan laba bersih Perseroan hingga menembus angka Rp 5,02 ttiliun dan menjadi pencapaian laba bersih tertinggi sejak Perseroan beroperasi.

===

Penulis: Rustam Imron
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved