Berita Palembang

Kapolda Sumsel Zulkarnain Adinegara Imbau Masyarakat Jangan Percaya Hoax, Pastikan Sumsel Aman!

Berita hoax atau berita bohong kerap kali menjadi perselisihan ditingkat masyarakat. Informasi yang salah cenderung dapat menjadikan perpecahan.

Kapolda Sumsel Zulkarnain Adinegara Imbau Masyarakat Jangan Percaya Hoax, Pastikan Sumsel Aman!
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Kapolda Sumsel, Irjen pol Zulkarnain Adinegara saat ditanya mengenai pengamanan pemilu di wilayah Sumsel, Kamis (11/4/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Berita hoax atau berita bohong kerap kali menjadi perselisihan di tingkat masyarakat. Informasi yang salah cenderung dapat menjadikan perpecahan.

Hal itulah yang dihindari oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Sumatera Selatan.

"Kita paham berita hoax sudah berjalan sejak masa sebelum kampanye, dan sekarang masih terjadi. Kami mengimbau masyarakat jangan percaya, artinya teman media juga dapat membantu memastikan, cek dan ricek dulu dalam pemberitaan. Kita tidak mau kemudian di antara kita pecah. Kami sudah mendatangi tokoh masyarakat dan agama. Mereka sudah menjamin tidak akan terjadi apa-apa di wilayah Provinsi Sumsel," ujarnya di Polda Sumsel, Kamis (25/4/2019).

Untuk meredam berita hoax pasca pemilu, kapolda meminta masyarakat untuk bersabar menunggu ketetapan hasil resmi KPU yang artinya, tetap memantau hasil yang ada dan tidak melakukan hal-hal yang kontra produktif.

"Marilah kita bersabar, bila perlu jangan melakukan kontra produktif. Kami tetap mengawasi demokrasi kita agar tidak ada kecurangan dalam pesta demokrasi."

"Secara umum, aman-aman saja. Saya mengimbau kita seluruh warga masyarakat dan para konstituen caleg dan pendukung paslon pilpres untuk menahan diri. Kita mempercayakan kepada KPU daerah dan KPU Pusat. Hasil yang diumumkan harus kita awasi, itulah yang diakui berdasarkan peraturan perundang-undangan. Tentu hitungan real lah yang akan diumumkan nanti bagi pilpres dan pileg," jelasnya.

Untuk memastikan keamanan yang ada Kapolda juga sudah menurunkan anggota untuk memantau penghitungan suara sejak awal mulai dari penghitungan tingkat kecamatan hingga KPU Daerah.

"Sekarang memang sedang dilakukan rekapitulasi ditingkat PPK nanti, akan dibawa ke KPUD. Ada yang udah selesai, dan sebagian masih penghitungan. Penghitungan tingkat kecamatan akan berakhir tanggal 28 April nanti," jelasnya.

Pengamanan oleh Kepolisian mulai kotak suara, hingga penghitungan ditingkat kecamatan dan daerah. Dimana fokus kepolisian adalah melakukan pengamanan logistik.

"Mulai dari Keamanan gudang, mengantisipasi tidak adanya masalah di tingkat PPK, kami mengerahkan setiap PPK dijaga 10 orang. Fokus kami, mengamankan logistik pemilu ditingkat PPK, dan mengamankan rekapitulasi suara hingga selesai. Jangan ada penyelewengan yang disengaja, maupun ada upaya penyelewengan dari caleg atau paslon tertentu melakukan upaya merubah angka," ujarnya.

Kapolda pun meminta masyarakat untuk percaya penuh terhadap Bawaslu dan KPU dalam pengamanan Pemilu. Menurutnya, masyarakat Sumsel sejauh ini dapat bekerja sama dalam menjaga kedamaian dan keamanan.

"Saya kira masyarakat Sumsel mencintai kedamaian dan kebersamaan. Memang ada unjuk rasa kemarin mengatas namakan Komando pemilu curang (Komando Perang). Saya rasa sah-sah saja, jangan justru kegiatan itu bersifat intimidatif untuk memaksakan kehendak kita. KPU saya datangi dengan Bawaslu, mereka memastikan membuka laporan jika ada kecurangan," jelasnya.

Hadiri RUPS PTBA 2018, Herman Deru Minta PTBA Tingkatkan Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial

Sebut Suaranya Sengau, Anji Manji Tantang Lucinta Luna Nyanyi Langsung! Malah Seperti Ini Jadinya

Gelandang Sriwijaya FC, Siswanto, Berharap Tim Dapat Chemistry Saat Try Out ke Pulau Jawa

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved