Tokoh Milenial M Normansyah Warnai Kursi DPRD Palembang

Dengan kehadiran para tokoh milenial ini diharapkan anak muda dapat memanfaatkan potensi yang ada menampung aspirasi dan amanah, serta membuat terobos

Tokoh Milenial M Normansyah Warnai Kursi DPRD Palembang
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
M Normansyah SSi 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Tokoh Milenial kini sudah banyak bakal mewarnai dari 50 kursi DPRD Kota Palembang Periode 2019-2024. Antara lain M Normansyah SSi (Gerindra Dapil Palembang 2), M Akbar Alfaro (Gerindra Dapil 5), Arnisto boling (Demokrat Dapil 2), Adzanu (Gerindra Dapil 1).

Dengan kehadiran para tokoh milenial ini diharapkan anak muda dapat memanfaatkan potensi yang ada menampung aspirasi dan amanah, serta membuat terobosan baru (Inovatif).

Dengan duduknya para bakal anggota dewan ini, tentunya diharapkan supaya tidak jumawa, tetap rendah diri, jangan malu bertanya dengan senior. Dengan masuknya kaum milenial ini menandakan kaderisasi partai berjalan.

Persaingan perebutan 11 dari 50 kursi DPRD Kota Palembang di daerah pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi Kecamatan Sukarami, Alang-alang Lebar, dan Kemuning, cukup sengit dan diwarnai kejutan dalam perolehan suara sementara.

Ini Pertimbangan Hakim Memvonis Mati Dua Pelaku Pembunuh Supir Taksi Online Grab

Promosi Kerajinan khas Palembang ,Pemkot Palembang Ikut Serta dalam Acara Inacraft di JCC

Sejumlah caleg dari partai politik peserta pemilu sudah mulai menghitung perolehan suara berdasar data foto C1 Plano. Untuk Partai Gerindra terjadi sedikit kejutan. Di mana, caleg pendatang baru menyalip caleg petahana dalam perolehan suara hasil penghitungan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) berdasarkan foto C1 Plano yang didapatkan oleh masing-masing tim caleg.

Dari data C1 seluruh Dapil 2 Kota Palembang M Normansyah SSi (caleg nomor urut 11) yang sebelumnya menjabat selaku ARM Precious Bank BJB mendapatkan suara terbanyak degan total 6.796 suara. Sedangkan caleg petahana nomor 1 yang juga Ketua DPC Gerindra Kota Palembang Ir Sri Wahyuni memperoleh 5.042 suara. Di susul caleg nomor 10, Hj Siti Khadijah dengan perolehan 1.781 suara dan caleg nomor 8, Wati Herawati dengan 1.248 suara.

Dua Pelaku Pembunuh Driver Grab di Palembang Divonis Hukuman Mati, Keluarga Almarhum Sofyan Lega

Caleg Stres akibat Kalah Pemilu Belum Ada Dirawat di RSJ Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan

”Berdasar rekap sementara PPK Alang-alang Lebar, saya mendapat total suara 3.573. Sri Wahyuni 1.196 suara, Siti Khadijah 932 suara dan Wati Herawati 224 suara. Untuk Kecamatan Sukarami, caleg Sri Wahyuni mengungguli saya. Di kecamatan ini, saya memperoleh 2.030 suara, sedangkan Sri Wahyuni 2.686 suara. Untuk posisi ketiga dan keempat diduduki Siti Khadijah 564 suara dan Imran 691 suara,” ungkap erfansi selaku ketua tim relawan M.Normansyah, Rabu (24/4/2019).

Untuk Kecamatan Kemuning, dia kembali unggul dari petahana. Di sini, M Normansyah mendapat 1.256 suara. Sedangkan Sri Wahyuni 989 suara. Posisi tiga dan empat ditempati Wati Herawati 542 suara dan Siti Khadijah 307 suara.

Ketua KPU Kota Palembang Eftiyanti melalui Devisi Teknis Alex Barzili mengaku sudah menerima seluruh rekap PPK. Namun, sejauh ini, kata dia, belum ditemukan indikasi ketidaksinkronan rekap PPK dan saksi di TPS. KPU Palembang masih menunggu hasil rekap DPD yang belum selesai sampai.

Disinggung dugaan kecurangan seperti pengurangan dan penambahan suara untuk caleg tertentu, Alex meminta caleg tidak perlu khawatir dengan hasil rekap PPK.

‘’Jika pun ditemukan ketidakcocokan hasil rekap, silakan samakan dengan C1 hologram atau C1 Plano yang dipegang saksi di tiap TPS,’’ tandasnya.

BREAKING NEWS : Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Sopir Taksol Grab Divonis Hukuman Mati

Akhir Pekan Ini, Founder Sang Pisang Kaesang Pangarep Siap Tantang 1.300 Gamers Kota Palembang

Partai Gerindra berpeluang meraih dua kursi di Dapil 2 Kota Palembang meliputi Kecamatan Alang Alang Lebar, Kemuning, dan Sukarami.

Menurut aturan, Caleg yang berhak mendapat suara partai dalam satu Dapil itu ke Caleg suara terbanyak.

"Suara terbanyak yang berhak. Proporsional terbuka namanya. Itu dalam UU Pemilu No 7 2017 menggunakan proposional daftar terbuka dengan penentuan calon berdasar suara terbanyak. Dan PKPU 5 2019 Penetapan pasangan calon terpilih, penetapan pasangan calon terpilih, penetapan perolehan terpilih, penetapan perolehan kursi, dan penetapan calon terpilih dalam pemilihan umum," kata Komisioner KPU Palembang Divisi Hukum dan Pengawasan A Malik Syafei MH. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved