Berita Palembang

Puluhan Warga Desa Tanjung Baru Muara Enim Datangi Kantor Pemprov Sumsel, Ternyata Ini Alasannya

masyarakat Desa Tanjung Baru Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim seruduk kantor pemerintahan Provinsi Sumsel

Puluhan Warga Desa Tanjung Baru Muara Enim Datangi Kantor Pemprov Sumsel, Ternyata Ini Alasannya
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Puluhan masyarakat Desa Tanjung Baru Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim seruduk kantor pemerintahan Provinsi Sumsel, Rabu (24/4/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Puluhan masyarakat Desa Tanjung Baru Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim seruduk kantor pemerintahan Provinsi Sumsel, Rabu (24/4/2019).

Tujuannya untuk menuntut aktivitas perusahaan yang dinilai menyebabkan polusi udara yang tercemar.

Kordinator aksi, Abror Vandozer mengatakan, jika perusahaan yang bergerak di bidang produksi arang batok kelapa dan cangkang kelapa sawit dalam melaksanakan aktivitas perusahaan menggunakan Smelter untuk pembakaran. 

Selain itu, pengangkutan Batu Bara dari perusahaan tersebut menebarkan debu. Akibat dari debu batu bara ini banyak warga setempat mengalami gangguan pernafasan atau ISPA. 

KPPS Banyak yang Tumbang, Gubernur Intruksikan Bupati dan Wako Segera Terjunkan Tim Kesehatan

Dulu Menikah Diam-Diam, Kini Sepasang Artis Ini Malah Umbar Kemesraan Hingga Bolak-Balik Luar Negeri

Inilah 7 Artis yang Gagal Nyaleg, Ada yang Menerima Bahkan Stres, No Terakhir Kepalang Dipenjara

"Selain itu, dalam mendirikan pelabuhan/terminal khusus, Perusahaan ini terindikasi tidak memiliki izin. Apalagi mereka menutup jalan ke Payakabung yang di pasang portal dan hal ini membatasi aktivitas masyarakat desa," jelas Vandozer saat diwawancarai.

Untuk itu, pihaknya meminta Pemerintah Provinsi Sumsel agar menindak lanjuti izin pendirian perusahaan dan berharap pemerintah untuk bertindak tegas terhadap bentuk pelanggaran yang di lakukan oleh perusahaan RMK Energy. 

"Kami meninta Gubernur Sumsel untuk menyetop dan menindak tegas perusahaan tersebut karena tidak mematuhi peraturan dan undang - undang RI dengan cara memberhentikan aktivitas dan menutup perusahaan tersebut," ujarnya. 

Jadi Aplikasi Favorit, WhatsApp Ternyata Punya 10 Fitur Rahasia, Bisa Bongkar Chat Pribadi!

Kabid Humas Polda Sumsel Bantah Ada Pembakaran Gedung KPU Sumsel di Jakabaring Palembang

Setelah Disindir Adik Jupe Sombong Tolak Foto Bareng, Vanesha Prescilla Cuek Pamer Foto Cantik

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel Edward Chandra yang mewakili gubenur Sumsel untuk turun menemui rombongan aksi, mengatakan jika pihaknya akan membentuk tim untuk menindak lanjuti tuntutan masyarakat Desa Tanjung Baru. 

"Kita akan bentuk tim Terpadu dari pihak BLH, Dinas SDM, dinas Kesehatan serta dari pemerintah setempat. Semua aspirasi akan kami tindak lanjuti sesegera mungkin," jelas Edward.

"Jika memang benar adanya pelanggaran yang di lakukan oleh perusahaan tersebut, kita akan menegakan peraturan sesuai aturan yang ada," ujarnya.

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved