Jari Kelingking Yulianti Putus, Tertidur Saat Bawa Motor, Korban Meninggal Bertambah Jadi 8 Orang

Salah seorang petugas KPPS 5, Kelurahan Muaraenim, Yulianti (35) warga kelurahan Muaraenim, nyaris tewas kecelakaan karena kecapekan melakukan pengawa

Jari Kelingking Yulianti Putus, Tertidur Saat Bawa Motor, Korban Meninggal Bertambah Jadi 8 Orang
SRIPOKU.COM/M HUSIN
Ilustrasi - Petugas KPPS/TPS 2 Kelurahan Talangkelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar begadang semalam suntuk menyusun Surat Pemberitahuan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Salah seorang petugas KPPS 5, Kelurahan Muaraenim, Yulianti (35) warga kelurahan Muaraenim, nyaris tewas kecelakaan karena kecapekan melakukan pengawasan Pemilu. Akibatnya ia menderita luka-luka dan cacat seumur hidup karena jari kelingkingnya putus dan jari tengahnya patah akibat kecelakaan tunggal di Kelurahan Muaraenim.

Petugas KPPS Tewas Usai Tugas 22 Jam; Faktor Kelelahan, Secara Nasioal 90 Tewas, Santunan Rp 36 Juta

Daftar Petugas KPPS Pemilu 2019 Meninggal, Melahirkan dan Dirawat saat Jalankan Tugas

Menurut Yulianti, Selasa (23/4/2019) yang terbaring lemah di Kelas III, Lematang 5 RSUD Dr HM Rabain Muaraenim, kejadian berawal ketika dirinya melaksanakan tugas pengawasan dari pagi tanggal 17 April hingga subuh tanggal 18 April, tanpa istirahat dan tidur. Saat subuh sekitar pukul 04.00, dirinya bersama petugas TPS mengantarkan surat suara yang telah selesai dihitung, namun saat itu, ada beberapa yang kurang dan perlu perbaikan sehingga otomatis bolak balik ke Kelurahan Muaraenim. Dan mungkin kecapekan ditambah belum tidur semalaman menyebabkan motornya oleng dan terbalik. Setelah terbalik, iapun sadar dan ternyata tubuhnya sakit dan menderita luka-luka, bahkan jarinya ada yang patah dan putus terkena kaca spion motor. Dan untung temannya melintas sehingga ia langsung dibawa ke RSUD Muaraenim.

"Saya tidak tahu penyebabnya, tiba-tiba saya sadar sudah terjatuh," ujar istri Roni ini. Masih dikatakan Yulianti, bahwa menjadi petugas di Pemilu ini, sudah biasa, sebab hampir setiap Pemilu dan Pilkada ia selalu ditunjuk menjadi petugasnya dan lancar semua. Dan baru Pemilu serentak kali ini, ia merasakan beban tugas yang begitu berat sebab bisa berhari-hari tanpa istirahat dan tidur.

Untuk itu, kedepan ia berharap semua petugas yang terlibat dalam kegiatan Pemilu supaya diasuransikan, sebab sudah berapa banyak petugas Pemilu yang meninggal dan sakit gara-gara menjalankan tugas negara. "Untung saja saya mendapatkan bantuan dan perhatian dari Bawaslu," ujar ibu dua anak ini.

Ketika dikonfirmasi ke Ketua Bawaslu Muaraenim Suprayitno, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Bawaslu RI, dan sudah mendata seluruh Pengawas TPS yang sakit atau kecelakaan ketika menjalankan tugas negara. Dan kecelakaan tersebut, pihaknya akan semaksimal mungkin akan bertanggung jawab atas pengobatannya sampai sembuh serta telah memberikan santunan secara kelembagaan. Kemudian atas masukan petugas Pemilu untuk diansuransikan tentu akan menjadi masukan dan perhatian serius dengan Bawaslu Provinsi dan RI.

Korban Bertambah
Sejumlah petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang bertugas melancarkan Pemilu 2019 serentak di wilayah Sumsel kembali bertambah.

Hal ini lantaran diduga akibat kelelahan menjalankan tugasnya guna melancarkan Pemilu serentak 2019 ini.

Kali ini anggota PPK Kecamatan IT I Palembang Ansori kembali dilarikan ke UGD RS RK Charitas Palembang sekira pukul 14.00 WIB. "Pak Ansori sudah kita antarkan ke UGD RS Charitas Palembang, ini diduga akibat kelelahan jadi tensi darah naik, maag kronis lambung bermasalah, sehingga kondisi badan drop ditambah bekerja sejak kotak suara masuk tanggal 18 April kemarin," ungkap Ketua PPK IT I Palembang, Alfian, Selasa (23/4/2019).

Sementara itu, sebelumnya telah meninggal dunia H Slamet Riadi (Ketua RT 34 dan juga sebelumnya sebagai Ketua KPPS TPS 31 Kel 20 Ilir D-I pada hari Selasa tanggal 23 April 2019 jam. 00.50 WIB.

Ketua PPK SU II Palembang, Ilham mengatakan bahwa anggotanya juga dilarikan ke RS meski tidak dilakukan tawat inap. Sementara itu, Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana mengatakan, bahwa pihaknya sudah mendapat informasi sejumlah Ketua PPK di wilayah Sumsel meninggal akibat diduga kelelahan.

Sebelumnya juga ada korban jiwa Ketua serta petugas PPK atau KPPS seperti di OKI dan OKU yang meninggal dunia. "Sebelumnya tercatat ada 7 petugas ditambah tadi pagi yang ada di Palembang tepatnya di Kecamatan IT I An Slamet Riyadi. Jadi total 8 orang sudah meninggal dunia," jelas Kelly.

Guna memberikan santunan kepada keluarga korban pihak KPU RI juga sudah berkoordinasi dengan Kementrian Keuangan terkait pemberian bantuan kepada keluarga korban.

Selain itu, pihak KPU Sumsel juga meminta kepada Gubernur Sumsel Herman Deru untuk memberikan himbawan kepada Walikota/bupati untuk memberikan bantuan peralatan kesehatan.

"Kita minta 17 kabupaten/kota yang masih bertugas menghitung suara disediakan layanan kesehatan," jelas dia. (ari/cr2)

===

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved