Budaya Literasi

Budaya Literasi Untuk Penerus Kartini

Tanggal 21 April, merupakan hari kelahiran Raden Ajeng Kartini sudah dijadikan Icon yang dikaitkan dengan sosok dan figurnya

Budaya Literasi Untuk Penerus Kartini
ist
Dr Kencana Sari M.Pd 

Budaya Literasi Untuk Penerus Kartini
Oleh : Dr Kencana Sari M.Pd
Analis Pelaksana Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan/Tenaga Pengajar Pasca Sarjana Universitas PGRI
Tanggal 21 April -- merupakan hari kelahiran Raden Ajeng Kartini sudah dijadikan Icon yang dikaitkan dengan sosok dan figur karena dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia memiliki nuasa lain yang membuat berbeda dari pejuang wanita lainnya.

ilustrasi quotes ra kartini
ilustrasi quotes ra kartini (sripoku.com/anton)

Anak-anak Indonesia yang sempat mengenyam dunia pendidikan paling tidak mengenal atau menghafal lagu "Ibu kita Kartini", atau paling tidak diapresiasikan oleh guru-guru dan siswa-siswi untuk mengenakan kebaya.

Sosok Kartini begitu menyejarah bukan karena sosok Kartini yang mengangkat senjata atau berperang bersama kaum penjuang laki-laki --pada masanya dalam usaha mengusir penjajah di Negeri kita?

Dan Kartini bukanlah pehlawan wanita yang ikut bergabung di medan perang, namun Kartini berperang dengan caranya sendiri namun penga-uhnya luar biasa yang masih dirasakan anak bangsa hingga saat ini.

Kartini sebagai seorang pejuang --dengan caranya menyuarakan emansipasi perempuan untuk Indonesia tanpa diskriminasi yang bertujuan ikut mengangkat derajat perempuan Indonesia dengan tulisan-tulisannya.

Gerak perjuangan Kartini dalam tatanan dan tekanan penjajah, menulis surat dan mengirimkan kepada sahabat-sahabatnya dan memperjuangkan bagaimana anak perempuan Indonesia dapat bersekolah di zaman itu.

Dan langkah perjuangannya itu untuk mewariskan budaya literasi yang ditekuninya.

Berangkat dari berbagai pengalamannya, Kartini memiliki ide untuk mengubah kehidupan perempuan Indonesia melalui surat kabar Semarang De Locomotief, majalah Belanda De Hollandsche lelie, Majalah langganan Leestronmel dengan tema yang beragam mulai kebudayaan, sosial, ilmu pengetahuan dan politik.

Literasi Kartini untuk membaca dan menulis itu membuahkan hasil.

Karya-karyanya melalui surat-surat dengan Nona Zeehandelear begitu menginspirasi dunia.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved