Berita Palembang

Baru 136 SMP di Palembang Terapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Sisanya Pakai LJK

Baru 136 SMP di Palembang Terapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Sisanya Pakai Lembar Jawaban Komputer

Baru 136 SMP di Palembang Terapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Sisanya Pakai LJK
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Siswa SMPN 9 Palembang saat melakukan login masuk ke situs UNBK 2019, Senin (22/04/2019). 

Baru 136 SMP di Palembang Terapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Sisanya Pakai Lembar Jawaban Komputer

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebanyak 27 ribu siswa SMP/MTs baik negeri maupun swasta di Kota Palembang mengikuti Ujian Nasional (UN) 2019 di hari pertama, Senin (22/04/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Palembang baru diterapkan di 136 sekolah sedangkan 102 sekolah lainnya masih menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNBKP).

"Sudah mencapai 56 persen lebih sekolah yang laksanakan UNBK dan 40 an persen sisanya masih pakai Lembar Jawaban Komputer," katanya saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMPN 9 Palembang.

Meski belum mampu melaksanakan UNBK secara 100 persen, Zulinto berharap di tahun-tahun mendatang bisa terlaksana sepenuhnya.

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena jumlah sekolah yang banyak dan siswa juga banyak serta ditambah lagi dengan terbatasnya anggaran daerah untuk membeli seperangkat komputer dan kebutuhan internet.

"Ke depannya kami bahas untuk pengadaan laptop karena tidak perlu kelas khusus dan lebih hemat termasuk untuk listriknya," terangnya.

Untuk dana pembelian komputer, Zulinto menjelaskan bila menghitung dari dana perubahan anggaran Rp2 miliar bisa membeli hingga 250 unit komputer seharga Rp8 juta per unit dan bila dianggarkan pemerintah Rp3 miliar bisa untuk 300 an unit komputer.

"Jika ini dananya turun maka dalam dua tahun lagi sudah 100 persen sekolah jalankan UNBK," jelasnya.

Selain itu, Zulinto mengatakan lewat pelaksanaan ujian nasional baik UNBK maupun UNKP pihak sekolah diminta untuk tetap objektif dan jangan sampai pula melakukan intervensi agar sekolah meraih prestasi lewat nilai ujian tertinggi.

"Objektivitas harus dikedepankan, pengawas juga jangan main-main dengan ujian. Biar nilainya apa adanya. Utamakan kejujuran saat ujian," ujarnya.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved