Berita Palembang

Al-Quran Tertua di Asia Tenggara Berusia 171 Tahun Hanya Ada 2, Salah Satunya Koleksi Museum SMB II

Masjid Agung Palembang bersama tiga perpustakaan lokal memamerkan naskah Alquran tertua di Asia Tenggara yang berusia 171 tahun.

Al-Quran Tertua di Asia Tenggara Berusia 171 Tahun Hanya Ada 2, Salah Satunya Koleksi Museum SMB II
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Kitab Alquran tertua di Asia Tenggara yang berusia 171 tahun dipamerkan di Masjid Agung Palembang, Senin (22/4). 

Laporan wartawan sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo atau Masjid Agung Palembang bersama tiga perpustakaan lokal memamerkan naskah Alquran tertua di Asia Tenggara yang berusia 171 tahun. 

Alquran tertua di Asia Tenggara itu dipamerkan bersama puluhan naskah-naskah kuno pada Pekan Pustaka yang menyajikan perkembangan literasi di Palembang dari waktu ke waktu. 

Pekan pustaka  berlangsung 21 hingga 28 April 2019 di Lantai 3 Perpustakaan Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo atau Masjid Agung Palembang, dibuka mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WIB dan gratis terbuka untuk umum.

Peneliti Al-Quran, Kemas Andi Syarifuddin mengatakan, dahulu Palembang menjadi kota pertama yang mencetak Alquran di kawasan Asia Tenggara pada tahun 1848.

Pencetakannya pakai teknologi cetak batu (litografi) yakni teknik cetak menggunakan rangkaian huruf terbuat dari logam.

Kasus Kematian Ibu dan Anak yang Diduga Bunuh Diri Tetap Diselidiki

Video Kronologis Korban Pepen yang Tewas Terpanggang Akibat Terjebak dalam Rumah yang Terbakar

Jelang Bulan Suci Ramadhan, Harga Sembako Mulai Merangkak Naik.

“Al-Quran tersebut merupakan koleksi pribadi Abdul Azim Amin, namun orang yang bertanggung jawab atas penerbitan alquran itu ialah Kemas Haji Muhamad Azhari (1811-1874) saat pencetakan pertama di Kampung Demang Jayalaksana 3 Ulu Palembang,” jelasnya, Senin (22/4).

Lanjutnya, tenaga pencetaknya saat itu Ibrahim bin Husin asal Singapura merupakan murid Abdullah bin Abdulkadir Muhsyi.

Berdasarkan keterangan tertulis pada mushaf, alquran tersebut selesai dicetak pada 21 Agustus 1848 dengan hasil sebanyak 105 eksemplar. 

"Hanya ada dua eksemplar yang masih dapat ditemukan di Palembang saat ini, pertama koleksi pribadi Abdul Azim Amin dan kedua koleksi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II," ujarnya. (mg4) 
 

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved