Berita Palembang

Marahi Istri Lambat Bekerja Membantu Ibu, Riansyah Dikeroyok Tiga Kakak Iparnya

Tak terima telah dikeroyok, Riansyah melaporkan kejadian yang dialami ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Marahi Istri Lambat Bekerja Membantu Ibu, Riansyah Dikeroyok Tiga Kakak Iparnya
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Riansyah (26), korban mengeroyokan ketika melapor ke Polresta Palembang, Minggu (21/4), 

Laporan wartawan sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Riansyah Apriandi (26), warga Jalan KH Azhari Lorong Tembusan Kelurahan Tangga Takat Kecamatan SU II, Palembang menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh 3 orang kakak iparnya.

Tak terima dengan aksi pengeroyokan itu, Riansyah pun melaporkan kejadian yang dialami ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Minggu (21/4) dan berharap laporannya segera
ditindaklanjuti petugas.

Dihadapan petugas piket pengaduan, Riansyah menuturkan kejadian yang dialaminya terjadi pada Selasa, (16/4), sekitar pukul 15.19, di kediamannya sendiri. Berawal saat dirinya memarahi istri korban.

" Awalnya saya itu memarahi istri saya pak (Adik terlapor) karena lambat bekerja membatu ibunya. Mungkin karena tak terima kakak ipar saya, terlapor G (38), U (35) dan A (38) malah mengeroyokan saya," bebernya.

Lagu Ya Saman Menggemah Di Eropa. Mendapatkan Apresiasi dari Masyarakat Roma, Italia

Kenapa Hari Kartini Diperingati, Pahlawan Wanita Lain Nggak. Ini Alasannya Menurut Kemdikbud

Terlibat Penganiayaan, Patrich Wanggai Tetap Latihan Bersama Kalteng Putra

 Karena tak berani melakukan perlawanan saat itu korban pun di keroyok ketiga terlapor," saya tidak berani melawan pak, saat itu saya hanya bisa pasrah saja," ungkapnya kepada petugas.

Atas kejadian ini, korban pun mengalami luka memar dibagian perut, leher, bengkak di pipi bagian kiri dan sakit dibagian punggung belakang.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui KA SPK. Iptu Hermanto, membenarkan adanya laporan korban.

"Laporan korban sudah kita terima, korban pun sudah kita minta untuk melakukan visum, guna penyelidikan lebih lanjut," ungkap Hermanto. (diw).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved