Tradisi Ruwahan : Kirim Doa untuk Orang Meninggal di Bulan Syakban, Bagaimana Menurut Islam?

Tradisi Ruwahan: Kirim Doa untuk Orang Meninggal di Bulan Syakban, Bagaimana Menurut Islam?

Tradisi Ruwahan : Kirim Doa untuk Orang Meninggal di Bulan Syakban, Bagaimana Menurut Islam?
SRIPOKU.COM
Tradisi Ruwahan: Kirim Doa untuk Orang Meninggal di Bulan Syakban, Bagaimana Menurut Islam? 

Tradisi Ruwahan: Kirim Doa untuk Orang Meninggal di Bulan Syakban, Bagaimana Menurut Islam?

SRIPOKU.COM - Di bulan Syakban, ada tradisi ruwahan yang biasanya dilakukan oleh masyarakat suku Jawa.

Tradisi ini dilakukan untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia, seperti oran tua, kakek, nenek, tokoh pendiri kampung, wali, dan lainnya dengan mengunjungi makan.

Ruwahan biasanya dilakukan mulai dari pertengahan bulan Syakban (bulan hijriah) atau dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Rumwah.

Tak hanya mengirim doa untuk orang-orang yang sudah meninggal, tradisi ruwahan juga biasanya diwarnai dengan sedekah berupa makanan.

Masyarakat yang merayakan akan berbagi makanan berupa kolak pisang, kue apem, dan ketan kepada para keluarga dan tetangga

Tradisi ruwahan dengan mengirim makanan ini biasanya juga dilakukan secara bersama-sama dengan berkumpul bersama warga lain di suatu tempat.

Pleno Kecamatan IB I Palembang Ditunda Besok, Pemantau Pleno tak Boleh Masuk Ruangan

Download MP3 Lagu Danger Super Junior - D&E dan Single Lain di Mini Album Danger, Terbaru 2019

Deretan Drama Korea Terpopuler & Wajib Ditonton, Ada Drama Romantis What’s Wrong With Secretary Kim

Masuk Dokumenter Internasional, Video Orang Utan Tantang Buldozer yang Habisi Hutan Viral di Medsos

Hasil Rekapitulasi Sementara Pemilu 2019 Muaraenim, Wajah Baru Raup Suara Ungguli Petahana

Bagaimana Islam Nemandang Tradisi Ruwahan?

Dilansir dari rumaysho.com, tidak diketahui pasti kapan tradisi ruwah ini dimulai.

Beberapa warga desa yang ditemui juga tidak dapat menjelaskan karena tradisi itu telah ada sebelum mereka dan selanjutnya terus diadakan sampai mereka punya anak dan cucu.

Halaman
1234
Penulis: Nadia Elrani
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved