Di Duga Mencuri,Oknum Anggota Brimob Tembak Warga Di Pembangunan Jalan Tol, Berikut Kronologinya

Oknum Brimob Polda Sumsel, Ardian menembak secara membabi buta terhadap Iwan (35) warga Desa Arisan Buntal Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering

Di Duga Mencuri,Oknum Anggota Brimob Tembak Warga Di Pembangunan Jalan Tol, Berikut Kronologinya
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Iwan korban menembakan yang dilakukan oleh oknum brimob yang ngepam di PPKA 4 Waskita.

Laporan wartawan Sripoku.com, Mat Bodok 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG- Oknum Brimob Polda Sumsel, Ardian menembak secara membabi buta terhadap Iwan (35) warga Desa Arisan Buntal Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Akibatnya, bagian kaki kanan korban mengalami luka remuk.

Menurut informasi, Rabu (17/4/2019) peristiwa penembakan tadi, dilakukan oleh oknum Brimob. Diduga oknum Brimob Ardian melihat korban akan mencuri besi milik PT Waskita Karya sesi 4 persisnya di wilayah Desa Arisan Buntal Kayuagung.

Dari aksi koboy penembakan tersebut, membuat heboh warga Desa Arisan Buntal yang sedang menyaksikan penghitungan surat suara Presiden dan Caleg. Warga langsung meninggalkan TPS dan beramai-ramai mendatangi kantor waskita untuk pertanggungjawaban.

"Awalnya kami dengar suara tembakan, tidak berapa lama ada orang berteriak minta tolong. Lalu, ada warga menemukan korban sudah tergeletak berlumburan darah," kata Kadus Desa Arisan Buntal Hasan seraya menyebutkan korban dibawa ke rumah sakit.

Masih kata Hasan, dirinya kecewa atas tindakan oknum brimob yang telah melakukan tindakan brutal terhadap warganya. "Kalau memang warga Arisan Buntal melakuka pencurian silahkan tangkap jangan main hakim sendiri," tegas Hasan yang melihar warganya terbaring di rumah sakit.

Disebutkan Hasan, orang tua korban tidak senang dengan tindakan oknum tersebut. Warga meminta kepada pihak Waskita harus bertanggungjawab atas kejadian penembakan tersebut.

Keluarga korban menyesalkan sikap seorang oknum brimob yang melakukan tindakan tersebut. Seharusnya, kalau memang korban melakukan pencurian mengapa tidak ditangkap saja. "Kalau memang salah, seharusnya cukup ditangkap dan ditahan tidak harus ditembak," tegas Ahmad.

Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra belum bisa dikonfirmasi.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved